Kenangan Manis Kaka di Madrid

238
Kaka memiliki masa sulit di Madrid. Foto: Getty

Seleb, edisiana.comMasih ingatkan Anda dengan bintang ganteng Real Madrid pada tahun 2009? Ya, Kaka, gelandang asal Brasil disingkirkan pelatihnya Jose Mourinho. 

Kaka mengaku punya kenangan indah saat meninggalkan klub dari mantranya di ibukota Spanyol.

Superstar Brasil melakukan transfer £ 60,3 juta dari AC Milan ke Santiago Bernabeu pada tahun 2009. Tiba di jendela yang sama dengan Cristiano Ronaldo, Karim Benzema dan Xabi Alonso.

Tapi dengan pemain yang penuh bintang, Manuel Pellegrini dipermalukan Barcelona asuhan Pep Guardiola yang telah dinobatkan sebagai juara Eropa musim sebelumnya.

BACA JUGA:  Walau Pun Usia 37 Tahun, Milner Tetap Jos!

Kaka membuat awal yang menggembirakan di Madrid setelah enam tahun sukses di Milan. Namun performa pemain Brasil itu mulai menurun setelah kedatangan Jose Mourinho sebagai manajer pada 2010.

Seperti dilansir Daylimail, dia dengan cepat menyelinap ke urutan kekuasaan di bawah pelatih Portugis yang lebih memilih Mesut Ozil dan Angel Di Maria.

Karena itu jauh dari kesuksesan Ballon d’Or 2007-nya karena Kaka seperti pemain yang mengenakan warna merah dan hitam AC Milan.

Kaka mengalami cedera dan kehilangan performa yang mengakibatkan kepindahannya ke Madrid berubah menjadi mimpi buruk. 

BACA JUGA:  Ronaldo Digugat 56 Juta Poundsterling

Kaka baru-baru ini mengakui bahwa meskipun dia tidak memiliki perasaan buruk terhadap klub, momen terbaik dari waktunya di Madrid adalah saat dia meninggalkan klub.

Kala itu Kaka mengklaim posisi No 10 ikoniknya sedang sekarat di sepakbola modern. Mantan bintang Real Madrid dan AC Milan itu tidak yakin  dia akan bermain di game. 

“Mungkin kedengarannya aneh, tapi saya lebih suka hari ketika saya dikonfirmasi akan pergi,” kata Kaka kepada Marca pada Senin kemarin. 

BACA JUGA:  Istri Silva Tulis Pesan Suaminya di Medsos: Go Blues!

“Saya berbicara dengan Florentino, dan dia mengatakan kepada saya bahwa mereka melihat saya sebagai seorang profesional hebat yang telah melakukan segala kemungkinan untuk mencapai hasil yang bagus di Madrid,” tambahnya menjelaskan. 

“Itu adalah kepuasan besar karena saya merasa pintu klub terbuka. Itulah mengapa Anda tidak akan pernah mendengar saya berbicara buruk tentang Madrid atau Jose Mourinho. Bahkan, ketika saya bertemu Florentino di final Liga Champions di Paris tahun ini. Kami berpelukan,” sambungnya.(maq)

BAGIKAN