edisiana.com – Ketenangan dingin menyelimuti FC Barcelona di tengah fase krusial musim. Tersingkirnya mereka dari Liga Champions UEFA di tangan Atlético Madrid memang meninggalkan luka, tetapi kini telah berubah menjadi bahan bakar untuk satu tujuan: mengunci gelar LaLiga.
Di bawah komando Hansi Flick, Barça memilih untuk “legowo”—menerima kenyataan pahit di Eropa dan mengalihkan seluruh energi ke kompetisi domestik. Dengan tujuh pertandingan tersisa, hitungan mundur menuju mahkota liga telah dimulai.
Ujian berikutnya datang pada Rabu malam, 22 April 2026, saat Blaugrana menghadapi Celta Vigo dalam laga yang bisa menjadi titik penentu.
Saat ini Barcelona memimpin klasemen dengan 79 poin, unggul sembilan angka dari Real Madrid. Skenarionya jelas: tiga kemenangan lagi sudah cukup untuk memastikan trofi kembali ke Catalunya.
Eliminasi dari Liga Champions sempat terasa menyakitkan, namun ruang ganti Barça kini berbicara tentang fokus dan determinasi.
Kompetisi domestik menjadi “penghibur” yang bernilai tinggi—sebuah pembuktian bahwa musim ini tetap bisa berakhir dengan kejayaan.
Namun Flick tak berhenti pada masa kini. Ia juga menatap masa depan, khususnya untuk kembali bersaing di panggung Eropa. Perombakan skuad telah masuk dalam rencana, tetapi sang pelatih menegaskan pentingnya presisi dalam setiap keputusan transfer.
“Kita harus membuat keputusan yang tepat di bursa transfer, tanpa melakukan hal-hal bodoh. Membuat keputusan yang tepat. Kita memiliki potensi untuk berkembang. Ada struktur yang bagus,” tegas Hans Flick dikutip dari MD pada hari ini.
Dengan keunggulan yang ada dan fokus yang kembali tajam, Barcelona kini berdiri di ambang gelar. Pertanyaannya bukan lagi apakah mereka mampu juara—melainkan kapan pesta itu akan dimulai.(maq)











