Chelsea di Ujung Tanduk: Krisis Tanpa Gol dan Mimpi Liga Champions yang Kian Menjauh

Guehi saat mencetak gol ke gawang Chelsea. Foto: via ESPN

edisiana.com – Aroma krisis kian menyelimuti Chelsea menjelang garis akhir musim. Apa yang semula menjadi ambisi realistis—mengamankan tiket ke Liga Champions UEFA—kini berubah menjadi perjuangan penuh tekanan dan keraguan.

The Blues tercecer di posisi keenam klasemen Liga Premier Inggris dengan 48 poin, hanya menyisakan lima pertandingan.

Bayang-bayang Brentford dan Bournemouth di peringkat tujuh dan delapan semakin mempersempit ruang bernapas tim London Barat tersebut.

BACA JUGA:  Ravaglia Pahlawan! Bologna Singkirkan Inter dan Terbang ke Final Supercoppa

Namun yang paling mengkhawatirkan bukan sekadar posisi di tabel, melainkan performa di lapangan.

Chelsea terjerumus dalam empat kekalahan beruntun—lebih pahit lagi, tanpa satu gol pun tercipta. Sebuah kebuntuan ofensif yang mencerminkan hilangnya identitas dan kepercayaan diri.

Catatan ini, menurut MD, bukan sekadar statistik buruk. Ini adalah alarm sejarah. Untuk pertama kalinya sejak 1998, Stamford Bridge menjadi saksi rentetan hasil negatif tanpa gol seperti ini. Sebuah anomali bagi klub dengan tradisi menyerang yang kuat.

BACA JUGA:  Penendang Kiper Arsenal Ditangkap

Kini pertanyaannya menggantung di udara London: mampukah Chelsea bangkit dari jurang ini? Atau musim ini akan dikenang sebagai salah satu kegagalan paling pahit dalam perjalanan mereka?(maq)