Kevin de Bruyne Diejeki Fans Belgia

Kevin De Bruyne saat protes dengan asisten wasit terkait sinar laser yang menerangi wajahnya. Foto: via ESPN

edisiana.com – Kevin De Bruyne meminta para pendukung  Belgia yang marah untuk mendukung timnasnya. Fans Setan Merah murka lantaran bermain imbang 0-0 melawan Ukraina.

Hasil imbang tanpa gol di Stuttgart pada Rabu malam itu sudah cukup untuk memastikan Belgia lolos ke babak 16 besar. Setan Merah akan menghadapi Prancis di Dusseldorf pada hari Minggu, akhir pekan ini  dan membuat Ukraina menjadi tim pertama yang tersingkir dari Kejuaraan Eropa dengan empat poin.

Namun karena Belgia memilih untuk puas dengan hasil imbang di fase akhir pertandingan dibandingkan mengejar kemenangan yang bisa mengamankan posisi teratas dan lolos ke babak 16 besar, para penggemar bereaksi dengan marah. Di akhir pertandingan, fans mencemooh para pemain.

De Bruyne mendekati para penggemar Belgia, tapi dia berbalik dan menginstruksikan rekan satu timnya untuk meninggalkan lapangan. Ejekan pun semakin keras ketika namanya diumumkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan UEFA.

“Kami mencoba memenangkan laga. Kami mempunyai peluang untuk mencetak gol, namun kami tidak mengambil risiko apa pun dengan sepak pojok. Karena kami tahu  mungkin akan kebobolan,” terang De Bruyne dinukil dari ESPN pada hari ini.

“Jika itu terjadi, maka tersingkir dari Euro. Sayang sekali kami tidak berhasil mencetak gol sebelumnya. Kami memiliki peluang dan setelah itu kami hanya membutuhkan fans untuk tetap bersama kami,” imbuhnya.

Menurut gelandang Manchester City ini, timnya masih membutuhkan support dari suporter di pertandingan 16 besar melawan Prancis.

“Kami memerlukan suporter ini. Saya tidak tahu harus berkata apa lagi. Kami hanya membutuhkan fans. Kami membutuhkan mereka saat melawan Prancis. Kami membutuhkan mereka dalam tiga pertandingan terakhir. Itu saja,” ujarnya.

Pelatih Belgia, Domenico Tedesco menggemakan komentar De Bruyne dengan mengatakan bahwa para pemainnya berusaha memenangkan pertandingan di tahap akhir.

“Tentu saja kami sedikit terkejut dengan ejekan tersebut. Kami ingin lolos, dan kami telah lolos,” ucapnya.

Ia menambahkan Tim asuhannya kalah di pertandingan pertama dan bermain fantastis melawan Rumania agar para penggemar senang.

“Hari ini adalah pertandingan yang sangat sulit, namun pesannya jelas: Kami ingin bermain untuk menang. Pemain sudah mencoba segalanya. Kami seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol di awal, tapi jika fans bersiul, kami harus menerimanya,” tutur sang pelatih.(maq)

Exit mobile version