edisiana.com – Atlético de Madrid pulang dari Pamplona dengan tiga poin emas setelah menundukkan Osasuna 2-1 dalam duel yang penuh tensi pada Selasa malam waktu setempat.
Kemenangan ini membuat pasukan Diego Simeone semakin kokoh di posisi ketiga klasemen LaLiga dan menjaga momentum mereka di akhir musim.
Laga dimulai dengan tekanan agresif dari Osasuna yang langsung mencoba menguasai ritme permainan di depan pendukung sendiri.
Namun, Atlético justru mampu mencuri keunggulan lebih dahulu pada menit ke-15 lewat titik putih.
Ademola Lookman dengan tenang mengeksekusi penalti dan sukses mengecoh kiper tuan rumah.
Situasi penalti tersebut sempat memicu kontroversi besar. VAR membutuhkan hampir lima menit untuk meninjau insiden ketika Javi Galán dianggap menghentikan laju Antoine Griezmann menggunakan lengannya di area terlarang.
Setelah peninjauan panjang, wasit akhirnya tetap menunjuk titik penalti.
Babak kedua berjalan lebih terbuka dan keputusan Diego Simeone memasukkan Alexander Sørloth terbukti tepat. Hanya beberapa menit setelah masuk, striker Norwegia itu menggandakan keunggulan Atlético.
Bermula dari umpan silang akurat Marcos Llorente ke tiang jauh, Sørloth muncul tanpa kawalan untuk menceploskan bola ke gawang.
Osasuna sempat memberikan tekanan di menit-menit akhir dan berhasil memperkecil kedudukan melalui gol Kike Barja pada masa tambahan waktu.
Namun gol tersebut datang terlambat dan tidak cukup untuk menggagalkan kemenangan tim tamu.
Melansir MD, dengan tambahan tiga poin membuat Atlético tetap berada dalam jalur perebutan posisi ketiga LaLiga, sekaligus memperlihatkan karakter kuat tim asuhan Simeone dalam laga yang berlangsung keras dan penuh drama.(maq)
