edisiana.com — Elche akan menjamu Real Madrid di Stadion Martínez Valero pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.
Bagi tuan rumah, pertandingan ini bukan sekadar duel melawan salah satu raksasa LaLiga. Ini adalah kesempatan untuk mengakhiri sebuah kutukan yang telah berlangsung hampir setengah abad.
Melansir MD, menyebutkan sudah 48 tahun sejak Elche terakhir kali mampu menundukkan Real Madrid di kandang sendiri. Kemenangan bersejarah itu terjadi pada 1978, ketika Elche mengalahkan Los Blancos dengan skor 3-1.
Sejak saat itu, Real Madrid telah delapan kali bertandang ke markas Elche. Hasilnya mencerminkan jurang kekuatan kedua tim: enam kemenangan untuk Madrid dan dua hasil imbang.
Kini, Martin Anselmi dan anak asuhnya datang dengan misi ganda. Mereka ingin menghentikan dominasi Madrid sekaligus memburu kemenangan pertama mereka di LaLiga musim ini.
Namun, Elche memiliki satu alasan untuk percaya diri. Musim lalu, mereka berhasil membuat Madrid kehilangan dua poin di Martínez Valero setelah pertandingan berakhir 2-2.
Hasil tersebut memang belum menggoyahkan dominasi historis Madrid, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa Martínez Valero bukan tempat yang selalu mudah ditaklukkan.
Elche mencari lebih dari sekadar perlawanan
Memasuki pekan kelima LaLiga, Elche masih mencari kemenangan pertama. Hasil imbang kontra Athletic Club di San Mamés pada akhir pekan lalu menjadi suntikan moral penting bagi tim.
Elche menunjukkan bahwa mereka mampu bertarung menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi. Masalahnya kini adalah bagaimana mengubah penampilan positif menjadi tiga poin.
Tambahan kemenangan sangat dibutuhkan jika mereka ingin segera meninggalkan zona degradasi. Dan tidak ada panggung yang lebih besar untuk memulainya selain ketika Real Madrid datang ke Alicante.
Madrid datang dengan kepercayaan diri tinggi
Real Madrid, sementara itu, tiba dengan momentum yang jauh lebih meyakinkan. Los Blancos baru saja menghancurkan Rayo Vallecano dengan kemenangan 4-1.
Kylian Mbappé kembali menjadi sorotan. Penyerang Prancis itu mencetak dua gol dan menjadi salah satu motor utama kemenangan Madrid. Álvaro Carreras dan Jude Bellingham turut mencatatkan nama di papan skor.
Kemenangan tersebut membuat Madrid mengoleksi 12 poin, sekaligus mempertegas ambisi mereka untuk terus berada di jalur perebutan gelar.
Di atas kertas, Madrid jelas lebih diunggulkan. Tetapi Elche tahu bahwa sejarah tidak selalu ditentukan oleh prediksi.
48 tahun penantian akan kembali dipertaruhkan di Martínez Valero. Elche ingin menulis ulang sejarah. Madrid datang untuk memastikan kutukan itu terus berlanjut.(maq)
