Bruno Fernandes Dinilai Layak Kartu Merah, Bukan Foden

Bruno Fernandes sedih Manchester United tersingkir dari FA. Foto: via BBC

edisiana.com — Kartu merah yang diterima Phil Foden dalam derbi Manchester memantik perdebatan. Mantan kepala Professional Game Match Officials Limited (PGMOL) sekaligus eks wasit FIFA, Keith Hackett, menilai Bruno Fernandes justru seharusnya mendapat hukuman lebih dulu atas insiden tersebut.

Kericuhan bermula ketika Fernandes melakukan tekel terhadap Foden. Dalam tayangan ulang, Fernandes terlihat lebih dulu mengenai atau menendang pemain Manchester City tersebut sebelum Foden memberikan reaksi.

Hackett menilai tindakan gelandang Manchester United itu setidaknya layak diganjar kartu kuning karena dianggap melakukan pelanggaran secara ceroboh.

“Saya pikir ini menarik. Minimal yang seharusnya diterima pemain Man United itu adalah kartu kuning karena tindakannya ceroboh,” ujar Hackett dikutip dari Express pada hari ini.

Namun, penilaian Hackett tidak berhenti pada kartu kuning. Dia menyebut ada rekan-rekannya yang menilai Fernandes semestinya mendapat hukuman lebih berat.

“Saya sudah berbicara dengan satu atau dua rekan yang percaya bahwa dia seharusnya dikeluarkan dari lapangan,” tambahnya.

Pandangan serupa disampaikan mantan pemain Manchester United, Roy Keane. Legenda Setan Merah itu tidak membela Fernandes dalam insiden tersebut.

Menurut Keane, Fernandes memang melakukan pelanggaran lebih dulu. Foden kemudian bangkit dan memberikan reaksi setelah menerima tekel tersebut.

“Bruno masuk, melakukan tekel, jelas melakukan pelanggaran dan menendangnya. Foden bangkit, bereaksi. Menurut saya Bruno-lah yang melakukan kekerasan di sini,” kata Keane.

Penilaian tersebut membuat keputusan kartu merah kepada Foden semakin menjadi sorotan. Sebab, jika melihat kronologi insiden, Fernandes dinilai sebagai pemain yang lebih dulu melakukan tindakan pelanggaran sebelum Foden bereaksi.(maq)

Exit mobile version