edisiana.com – Hujan gol mewarnai laga Inter Milan kontra Udinese di San Siro, Senin malam. Delapan gol tercipta dalam pertandingan Serie A tersebut. Inter Milan mencetak lima gol, sedangkan Udinese tiga.
Juara bertahan Serie A itu sempat dibuat terdiam. Udinese tampil mengejutkan sejak awal pertandingan. James Abankwah membuka keunggulan tim tamu dan membuat Inter berada dalam tekanan.
Situasi semakin sulit bagi tuan rumah setelah Jurgen Ekkelenkamp menggandakan keunggulan Udinese. Dua gol cepat tersebut membuat pendukung Inter Milan di San Siro terdiam.
Namun, Inter perlahan bangkit. Tim tuan rumah mulai meningkatkan tekanan dan terus mencari celah di pertahanan Udinese.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan Inter sekaligus menyalakan kembali harapan untuk membalikkan keadaan.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Beberapa menit kemudian, Inter berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Nicolò Barella memanfaatkan umpan Marcus Thuram sebelum mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang.
Memasuki babak kedua, Inter semakin menguasai jalannya pertandingan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuat mereka berbalik unggul.
Marcus Thuram mencatatkan namanya di papan skor. Dari tengah kotak penalti, dia melepaskan tembakan yang mengarah ke sudut kiri bawah gawang. Skor berubah menjadi 3-2 untuk Inter.
Keunggulan Inter semakin menjauh setelah Francesco Pio Esposito mencetak gol. Bola diarahkan dengan mulus ke sudut kiri bawah gawang berkat assist Piotr Zielinski.
Inter kemudian kembali menambah gol. Ange-Yoan Bonny berhasil membobol gawang Udinese melalui tembakan ke bagian tengah atas gawang.
Udinese belum menyerah. Idrissa Gueye sempat memperkecil ketertinggalan dan memberikan sedikit harapan bagi tim tamu.
Namun, waktu tidak berpihak kepada Udinese. Hingga peluit panjang berbunyi, Inter tetap mempertahankan keunggulannya dalam laga penuh drama dan gol tersebut.(maq)
