Como Naik ke Posisi Tiga, Parma Jadi Korban Kebangkitan Tim Fabregas

Nico Paz dan koleganya di Como merayakan gol kemenangan. Foto: via Football

edisiana.com – Como terus menunjukkan ambisinya di Serie A. Tim asuhan Cesc Fabregas menaklukkan Parma 2-1 pada Senin malam dan kini melesat ke posisi ketiga klasemen sementara.

Como kembali mengirim pesan kuat di Serie A. Bermain di hadapan pendukungnya, tim besutan Cesc Fabregas tampil efektif untuk mengamankan tiga poin penting atas Parma.

Tuan rumah membuka keunggulan melalui Jacobo Ramón. Gol tersebut lahir dari kerja sama apik dengan Nico Paz, sebelum Ramón menyelesaikan peluang dari jarak dekat dengan tembakan yang mengarah ke sudut kiri atas gawang.

Nico Paz nyaris menggandakan keunggulan Como. Ia mendapatkan peluang melalui sundulan setelah memanfaatkan sepak pojok yang dilepaskan Kaiki, tetapi bola justru melambung terlalu tinggi.

Parma mencoba bangkit selepas jeda. Tim tamu meningkatkan intensitas serangan dan mulai memberikan tekanan lebih besar kepada pertahanan Como.

David Romero memiliki kesempatan emas dari luar kotak penalti. Ia melepaskan tembakan yang mengarah ke sudut kiri bawah, tetapi kiper Como, Robert Sánchez, tampil sigap untuk menggagalkannya.

Como kemudian kembali mengancam. Menjelang berakhirnya waktu normal, Tasos Douvikas melepaskan percobaan dari tengah kotak penalti. Namun, Edoardo Corvi melakukan penyelamatan refleks untuk menjaga Parma tetap dalam pertandingan.

Tekanan Como akhirnya berbuah gol tambahan. Kaiki mencatatkan namanya di papan skor setelah menerima umpan dari Máximo Perrone. Dari tengah kotak penalti, ia mengarahkan bola tepat ke tengah gawang untuk membawa Como semakin menjauh.

Parma belum menyerah. Pada masa tambahan waktu, David Romero akhirnya berhasil memperkecil ketertinggalan lewat tembakan dari tengah kotak penalti yang mengarah ke sudut kiri bawah.

Namun, gol tersebut datang terlambat.

Peluit panjang memastikan Como meraih tiga poin dan naik ke posisi ketiga klasemen sementara Serie A. Sementara itu, Parma masih harus berjuang di papan bawah dan kini menempati peringkat ke-17.

Bagi Como, kemenangan ini menjadi bukti lain bahwa proyek Fabregas mulai menemukan bentuknya. Mereka bukan lagi sekadar pendatang baru di Serie A, tetapi mulai mengetuk pintu papan atas.(maq)

Exit mobile version