Mimpi Como di Depan Mata, Torino Jadi Korban?

Pemain Como merayakan gol kemenangan. Foto: via MD

edisiana.com – Como mulai berani bermimpi. Bukan sekadar bertahan, bukan sekadar kejutan—tapi mengejar ambisi yang dulu terasa mustahil: Liga Champions, atau setidaknya membuka lembaran pertama petualangan Eropa dalam sejarah klub.

Dan mimpi itu terasa semakin nyata.
Pertemuan melawan Torino bukan sekadar laga biasa. Ini duel yang sangat realistis untuk dimenangkan, terutama jika melihat apa yang terjadi sebelumnya.

Granata masih menyimpan luka lama—luka yang belum sembuh. Terakhir kali Torino bertemu Como, mereka dipermalukan tanpa ampun. Skor telak 5-1 masih terpatri jelas, dengan Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor pada pertemuan bulan November lalu.

BACA JUGA:  Manchester City Ingin Bawa De Jong ke Etihad

Malam kelam itu menjadi awal dari mimpi buruk panjang bagi Toro.

Kekalahan tersebut adalah yang pertama dari tiga kekalahan beruntun di Serie A, dan ironisnya, Torino datang ke laga Sabtu malam nanti dengan kondisi yang nyaris sama: rapuh, goyah, dan kehilangan arah.
Memang sempat ada secercah cahaya.

Setelah kalah dari Udinese dan Atalanta, pasukan Marco Baroni mengejutkan Italia dengan menyingkirkan Roma di babak 16 besar Coppa Italia. Sebuah kemenangan heroik… yang sayangnya hanya ilusi sesaat.

BACA JUGA:  Tuchel Vs Guardiola, Tak Pernah Menang di Bundesliga, Tapi Menang Terus di Premier League

Lima hari kemudian, di tempat yang sama, cerita berubah drastis. Torino tumbang 2-0 di liga. Tanpa perlawanan berarti. Tanpa taring. Tanpa jiwa. Tim ibu kota datang dan pergi dengan mudah.

Masalah utama Torino jelas: pertahanan yang keropos. Fakta berbicara kejam—tujuh kekalahan dari 10 laga terakhir Serie A. Angka yang menakutkan. Kini melansir Sport Mole menyebutkan mereka hanya berjarak tiga poin dari Genoa di posisi ke-16, zona yang berbau bahaya.

Sementara Torino terjebak dalam ketakutan, Como melaju dengan keyakinan. Inilah saatnya bermimpi. Inilah saatnya menatap Eropa.

BACA JUGA:  Arsenal On Fire, Spurs Belum Move On

Dan bagi Torino? Sabtu malam bisa kembali menjadi mimpi buruk.(maq)