edisiana.com – Erling Haaland mengatakan dia masih bisa berkembang meski telah mencetak 80 gol dalam 84 penampilan untuk pemenang Treble. Mengingat usianya masih 23 tahun.
Pekan lalu, pemain Norwegia mencetak lima gol dalam kemenangan putaran kelima Piala FA City di Luton.
Pemenang Sepatu Emas Liga Premier musim lalu mengalami kendala disebabkan absen hampir dua bulan karena cedera kaki. “Ada banyak hal yang bisa membuat saya menjadi lebih baik,” ujar Haaland seperti dilansir BBC pada Rabu ini.
Meskipun mencetak gol dalam derby Manchester hari Minggu, Haaland merujuk pada kegagalannya yang luar biasa. Ketika sepakannya melebar dari gawang yang kosong yang dijaga kiper Setan Merah.
“Orang bilang aku pandai mencetak gol tapi aku melewatkan peluang terbesar di dunia dua hari lalu. Saya juga bisa menjadi lebih baik dalam hal itu,” tambahnya.
Haaland memiliki kekuatan mental yang luar biasa.Statistik menegaskan ia sebagai topskor sementara di Premier League dengan 26 gol.
Pada akhir pekan, dia melupakan rasa rindu yang dia bicarakan untuk memastikan kemenangan City atas United. Sekaligus mempertahankan upaya mereka untuk menjadi klub Inggris pertama yang memenangkan empat gelar liga berturut-turut.
“Ini merupakan sebuah tantangan. Ketika saya masih muda, saya akan mulai menangis jika kami kalah dan saya melewatkan banyak peluang. Saya telah banyak mengusahakannya dan ini merupakan sebuah tantangan,” ucapnya
Haaland hampir tidak bisa menjalani musim debut yang lebih baik di sepak bola Inggris musim lalu. Jumlah 52 golnya adalah jumlah gol terbanyak yang pernah dicetak siapa pun di semua kompetisi di era Liga Premier.
Hanya Dixie Dean dari Everton, yang mencetak 63 gol pada musim 1927-28, yang pernah terjadi dalam satu musim di Inggris. Meskipun meraih kesuksesan, Haaland tetap mempertahankan fokus dan tekadnya.(maq)
Erling Haaland Melupakan Rasa Rindu











