edisiana.com – Xavi Hernández akhirnya buka-bukan terkait pengunduran diri dari pelatih manajer Barcelona. Menurutnya, dia sudah tidak pernah dihargai di klub dan mustahil untuk menikmati pekerjaannya.
Xavi mengumumkan pengunduran diri setelah kekalahan 5-3 dari Vllarreal akhir pekan kemarin. Dan ia akan meninggalkan Barca pada akhir musim ini, meski memiliki kontrak hingga 2025.
Barca memenangkan LaLiga dengan 10 poin musim lalu di bawah Xavi, tetapi mereka gagal memulai musim ini. Yakni tersingkir dari Supercopa Spanyol dan Copa del Rey bulan ini dan tertinggal 11 poin di belakang pemimpin liga Girona.
“Ini adalah pekerjaan yang kejam dan tidak menyenangkan.Itu membuat merasa tidak berharga setiap hari. Pep [Guardiola] sudah mengatakan kepada saya; saya melihat Luis Enrique menderita,” terang Xavi dinukil dari ESPN pada Rabu, 31 Januari.
“Kami mempunyai masalah dalam hal tingkat permintaan. Pekerjaan yang telah kami lakukan belum cukup dihargai. Kami tiba pada tahun 2021 di salah satu momen tersulit dalam sejarah klub,” imbuhnya menjelaskan.
“Secara umum saya tidak dihargai. Hal itu menimbulkan sejumlah kerusakan, terutama jika itu adalah klub Anda,” ucapnya menegaskan.
“Saya punya perasaan bahwa apa pun yang saya lakukan, saya tidak akan dihargai. Ini tidak ada hubungannya dengan menahan tekanan. Kami berada di saat yang sulit dan saya rasa pekerjaan kami tidak akan pernah dihargai,” sambungnya lagi.
“Saya selalu mengatakan apa yang saya pikirkan. Jika saya mengatakan kami adalah tim yang sedang membangun, Anda membunuh saya. Jika saya mengatakan kami tidak memiliki tim Barca pada tahun 2010, ada juga kritik.
Ia juga mengatakan apa yang dikerjakan slalu dapat kritikan. Bahkan unggul 10 di klasemen 10 poin di atas Real Madrid dan menang Supercopa pada tahun 2023 tak lepas dari masalah.
“Ini adalah masalah yang berkaitan dengan klub, dan itulah mengapa perasaan yang saya miliki adalah bahwa ini adalah saat yang tepat untuk pergi,” tutur dia.
Namun, Xavi merasa dihargai oleh presiden klub, Joan Laporta, dan bersyukur atas kesempatan dan kepercayaan yang ditunjukkan kepadanya.
Ke depan, Xavi yakin masalah yang sama yang telah melemahkannya juga akan menjadi masalah bagi siapa pun yang akhirnya menggantikannya.
“Inilah masalahnya. Saya menyarankan mereka untuk menjadi diri mereka sendiri, bersikap natural dan tidak membiarkan diri mereka terpengaruh,” jelasnya lagi.
“Impian saya adalah melatih Barca, menang dan memainkan sepakbola yang bagus. Saya bangga dengan apa yang telah saya lakukan dan saya memiliki hati nurani yang bersih. Saran saya kepada penerus saya adalah menikmatinya, tapi itu tidak mungkin,” pungkasnya. (maq)
Xavi Buka-bukaan, Inilah Alasannya Mengundurkan Diri dari Barcelona
