edisiana.com – Ajax membuang peluang emas untuk mengamankan tiket ke Liga Champions musim depan setelah kalah dramatis 1-2 dari FC Utrecht pada jornada penultimate Eredivisie, Ahad malam waktu setempat.
Atmosfer di Johan Cruyff Arena berubah menjadi sunyi ketika Vesterlund memecah kebuntuan pada menit ke-81.
Gol tersebut membuat Ajax berada di ambang kehilangan segalanya setelah sempat mengontrol jalannya pertandingan.
Harapan publik Amsterdam kembali hidup hanya tiga menit berselang.
Wout Weghorst muncul sebagai penyelamat sementara lewat gol penyeimbang pada menit ke-84, memantik keyakinan bahwa Ajax masih mampu mengamankan satu poin penting.
Namun drama sesungguhnya hadir di masa tambahan waktu. Pada menit ke-96, Mike van der Hoorn menghukum kelengahan lini belakang tuan rumah lewat gol yang membungkam stadion sekaligus memastikan kemenangan Utrecht 2-1.
Kekalahan ini terasa semakin menyakitkan karena tim asuhan Oscar Garcia gagal memanfaatkan tumbangnya NEC Nijmegen.
Di saat yang sama, FC Twente justru mengambil momentum untuk naik ke posisi ketiga klasemen.
Kini nasib Ajax tidak lagi sepenuhnya berada di tangan mereka sendiri. Pada laga terakhir musim ini, mengutip MD, Ajax wajib meraih kemenangan, berharap NEC gagal menang.
Dan di saat bersamaan Twente harus menelan kekalahan. Sebuah skenario rumit yang membuat raksasa Amsterdam berada di tepi jurang kegagalan.(maq)
