Bola  

Target Conte Mengejar Mimpi Pendukung Napoli

Conte merayakan kemenangan Napoli melawan Milan. Foto: via ESPN

edisiana.com – Manajer Antonio Conte tidak bisa lagi menepis tujuan utama meraih gelar Scudetto dan masuk ke liga Eropa.

Kemenangan 2-0 di San Siro berarti Napoli telah menjalani sembilan pertandingan liga tanpa terkalahkan.

Membuat mereka unggul tujuh poin di puncak klasemen, unggul atas Inter Milan  yang akan bertandang ke Empoli pada hari Rabu malam ini.

Setelah kegagalan mempertahankan gelar musim lalu yang membuat Napoli tidak tampil di Eropa pada musim ini, Conte terus mencoba menyeimbangkan ekspektasi di klub.

“Scudetto? Tidak ada yang bersembunyi. Kami melihat secara realistis apa yang kami lakukan tahun ini,” ujarnya seperti dilansir ESPN pada hari ini.

“Setelah 10 pertandingan, ada sesuatu yang luar biasa dan tak terduga, bahkan orang paling gila pun tidak akan meramalkannya. Namun, kami tetap membumi,” imbuhnya.

Setelah awal yang mengesankan, Conte tahu akan sulit untuk menghentikan pendukung Napoli memikirkan kesuksesan gelar lainnya.

“Kami mencoba memenuhi impian para penggemar, tetapi kami perlu memiliki keseimbangan,” Conte menambahkan.

“Para penggemar kami mengikuti kami dengan penuh semangat bahkan hingga hari ini, adalah wajar jika mereka bermimpi. Kami harus siap ketika ada kemunduran,” ucap mantan pelatih Tottenham Hotspur itu.

AC Milan makin menjauh dari puncak klasemen Serie A, namun manajer Paulo Fonseca mengatakan memenangi gelar masih menjadi kemungkinan.

Milan saat ini tertinggal 11 poin di belakang Napoli dan, meski masih memiliki satu pertandingan yang belum dimainkan.

Kekalahan ketiga mereka di liga musim ini membuat mereka harus mengejar bukan hanya pemuncak klasemen tetapi juga pesaing utama mereka dalam perebutan gelar, Inter dan Juventus.

Kekalahan itu karena Milan terhambat oleh absennya beberapa pemain termasuk Theo Hernández dan Tijjani Reijnders yang terkena sanksi larangan bertanding.

“Saya tidak bisa mengatakan sebaliknya. Terutama melihat cara kami bermain, cara tim merespons momen sulit, dan cara tim menunjukkan persatuan meski tanpa pemain penting,” kata Fonseca.(maq)

Exit mobile version