edisiana.com – Tunisia mengambil keputusan tegas hanya sehari setelah kekalahan memalukan mereka di Piala Dunia 2026. Asosiasi Sepak Bola Tunisia secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Sabri Lamouchi menyusul hasil buruk saat menghadapi Swedia.
Tim berjuluk Eagles of Carthage itu dihancurkan Swedia dengan skor telak 5-1 dalam laga Grup F yang berlangsung di Estadio Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Minggu lalu. Kekalahan tersebut langsung memicu spekulasi mengenai masa depan Lamouchi di kursi pelatih.
Sempat muncul laporan dari media Inggris BBC yang menyebut pelatih berusia 54 tahun itu masih memimpin sesi latihan pada Senin waktu setempat. Namun, federasi akhirnya mengonfirmasi bahwa kontrak Lamouchi telah diakhiri melalui kesepakatan bersama.
Sebagai pengganti, Tunisia bergerak cepat dengan menunjuk Herve Renard untuk memimpin tim hingga akhir turnamen. Pelatih asal Prancis itu memiliki pengalaman besar di sepak bola internasional setelah sebelumnya menangani Maroko dan Arab Saudi.
Keputusan ini juga membuat Lamouchi mencatatkan rekor yang tidak diinginkan dalam sejarah Piala Dunia. Ia menjadi pelatih pertama yang kehilangan pekerjaannya setelah hanya menjalani satu pertandingan di ajang paling bergengsi sepak bola dunia tersebut.
Kini, harapan Tunisia berada di tangan Renard. Tantangan berat menanti sang pelatih baru untuk mengangkat moral tim dan menjaga peluang mereka tetap hidup di Piala Dunia 2026.(maq)
