edisiana.com – Manchester City mulai merasakan tekanan berat di fase krusial musim ini. Bukan hanya karena lawan-lawan tangguh, tapi juga jadwal padat yang datang beruntun akibat penundaan pertandingan.
Tim asuhan Pep Guardiola dijadwalkan menjamu Crystal Palace pada Rabu, 13 Mei.
Enam hari kemudian, mereka harus bertandang ke markas AFC Bournemouth.
Di tengah dua laga penting tersebut, City juga harus melakoni partai final FA Cup melawan Chelsea FC pada Sabtu, 16 Mei. Situasi ini membuat beban fisik dan mental pemain meningkat drastis.
Awalnya, laga kontra Palace dijadwalkan pada 22 Maret. Namun harus ditunda karena City tampil di final EFL Cup Final menghadapi Arsenal FC.
Sementara duel melawan Bournemouth juga ikut mundur lantaran berbenturan dengan jadwal final Piala FA.
Pihak City, Palace, dan Bournemouth sempat berdiskusi dengan Premier League terkait penjadwalan ulang. Kini, kepastian jadwal sudah ditetapkan, meski konsekuensinya cukup berat bagi The Citizens.
Tak hanya City, Arsenal yang saat ini memimpin klasemen Premier League juga menghadapi situasi serupa. Tim besutan Mikel Arteta harus menjalani tiga laga dalam rentang tujuh hari.
Melansir BBC, Arsenal akan bertandang ke markas Atlético Madrid pada leg pertama semifinal UEFA Champions League, Rabu malam ini.
Setelah itu, mereka menjamu Fulham FC di liga pada Sabtu, sebelum kembali menghadapi Atletico pada leg kedua, Selasa pekan depan.
Jadwal padat ini dipastikan akan menjadi ujian ketahanan skuad bagi kedua tim dalam perburuan gelar di akhir musim.(maq)
