Potensi Wisata Inhu, Riau: Ada Wisata Durian (Bagian-3)

994
Di awal tahun, wisatawan bisa menikmati durian di Desa Rantau Langsat.

Riau, edisiana.comDi Sungai Gansal selain bisa menikmati alam yang asri juga juga menjadi surga bagi pehobi mancing. Ikan semua, salah satu target yang paling dicari oleh warga setempat. Sebab, merupakan ikan yang paling lezat untuk disantap.

Harganya per kilogfam bisa mencapai  Rp.100 ribu. Namun, saat ini ikan tersebut mulai sedikit jumlahnya. Selain ikan sema, ikan jenis baung juga berkembang biak sungai ini.

Di desa Rantau Langsat, bagi para yang memiliki hobi menyantap buah durian, ada waktu-waktu yang perlu dicatat bila hendak mengunjungi desa ini.

BACA JUGA:  Sopir Ngantuk, Terrios dan Truk Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai

Karena, pada bulan Januari hingga bulan Februari musim durian tiba. Jumlahnya mencapai ratusan buah perharinya. 

Buah durian asal Desa Rantau Langsat tumbuh di dalam hutan-hutan penyangga sejak ratusan tahun lalu. Ukuran buahnya sama seperti durian lokal lainya.

Aromanya harum menyengat dan rasanya manis bercampur pahit di lidah. Bukan hanya memiliki cita rasa yang lezat.

Kelebihan durian Rantau Langsat justru pada daging buahnya yang tebal juga beserat, bertekstur warna kuning pekat dan ukuran bijinya kecil.

Harga duriannya bervariasi, dan cara penjualannya dengan cara peronggok (tumpuk). Untuk buah durian ukuran kecil satu onggoknya berisi 30 buah durian, ukuran durian sedang satu onggoknya berisi 20 buah.

BACA JUGA:  Persepsi Usai Divaksin Aman Covid, Itu Salah

Kemudian, untuk durian berukuran besar satu onggoknya berjumlah 10 buah, harga persatu onggok dari setiap ukuran tersebut senilai Ro200 ribu.

Warga setempat yang menjual durian di desa Rantau Langsat bisa ditemui sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 WIB. Lokasinya tepat di pelabuhan di tepian sungai Gansal.

Seperti dilansir mediacenter.riau.go.id Kepala Bidang Pengembangan Sumberdaya Pariwisata Dinas Pariwisata provinsi Riau, Ridho Adriansyah mengatakan, potensi yang dimiliki Desa Rantau Langsat harus dikelola secara baik agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. 

BACA JUGA:  Pemprov Riau Berupaya Berikan Layanan Satu Pintu

Saat ini pemerintah melalui Kemenparekraf/Baparekraf menjadikan desa wisata sebagai terobosan pengembangan ekonomi.

Berbagai dukungan anggaran dan kolaborasi unsur pentahelix (akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan media) terus digenjot.

Semoga sektor pariwisata di Desa wisata Rantau Langsat bisa menjulang. Dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan menciptakan tenaga kerja. Sehingga membantu menambah nilai ekonomi warga setempat.(habis /maq)

Sumber: mediacenter Riau

BAGIKAN