Portugal Juara Dunia U-17, Italia Dapat Perunggu, Brasil Gigit Jari

Anísio Cabral membawa Portugal juara Dunia U-17. Foto: via MD

edisiana.com – Sejarah baru tercipta di Doha, Kamis malam waktu Qatar. Portugal, negara dengan tradisi pemain muda berkualitas, akhirnya meraih gelar Piala Dunia U-17 untuk pertama kalinya.

Gelar yang lahir bukan dari keberuntungan, tapi dari keberanian, disiplin, dan seorang bintang yang bersinar paling terang: Anísio Cabral.

Final kontra Austria berjalan ketat, penuh strategi, dan minim ruang untuk bernapas. Namun momen magis selalu datang dari pemain besar.

Cabral—nama yang paling sering dibisikkan sepanjang turnamen—membuktikan mengapa ia menjadi sensasi yang menyita perhatian pecinta sepak bola dunia.

Sebuah gol sensasional, sepakan yang lahir dari kreativitas dan kecerdasan, menjadi pembeda. 1-0, cukup untuk mengantarkan Portugal ke puncak dunia kategori U-17.

Sebuah malam yang akan dikenang di federasi sepak bola Portugal untuk waktu yang sangat lama.

BRASIL TERGELINCIR, ITALIA RAIH PERUNGGU
Di laga perebutan tempat ketiga, drama lain terjadi. Brasil—yang sudah kehilangan satu pemain sejak menit ke-15—berjuang dengan heroik untuk menjaga gawangnya hingga skor 0-0 bertahan selama waktu normal.

Namun Italia tampil lebih tenang saat adu penalti, menuntaskan laga dengan kemenangan 4-2, membuat Seleção pulang dengan rasa pahit di Qatar.

Melansir MD, dengan Portugal mengangkat trofi dan Italia merebut perunggu, malam itu di Qatar menjadi panggung dominasi Eropa, sementara Brasil harus menerima kenyataan pahit.

Namun sorotan utama hanya satu: Portugal akhirnya memiliki mahkota dunia U-17. Dan nama Anísio Cabral resmi masuk ke daftar bakat muda yang patut ditunggu dunia sepak bola.(maq)

Exit mobile version