Bola  

Dari titik Terendah di Cruzeiro hingga Menjadi Simbol Harapan

Igor merayakan gol ke-16 di Liga Inggris. Foto: via Daily Mail

Kisah Igor Thiago Menembus Skuad Brasil di Piala Dunia (Bagian-4)

edisiana.com – Ada kisah-kisah yang tidak tercermin dalam statistik. Dan perjalanan Igor Thiago di Cruzeiro adalah salah satunya: sebuah perjalanan penuh keraguan, luka batin, dan kesempatan yang datang terlalu cepat di tengah klub yang sedang runtuh.

Cruzeiro saat itu tengah berusaha bangkit dari keterpurukan setelah terdegradasi, memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk menyelamatkan institusi dan membawa klub kembali ke kasta tertinggi sepak bola Brasil.

Di tengah situasi penuh tekanan itu, Igor Thiago mendapatkan tempat di tim utama. Namun mimpi promosi ke Série A tak pernah menjadi kenyataan.

Bagi seorang penyerang muda yang masih mencari identitasnya, suasana tersebut berubah menjadi beban emosional yang nyaris tak tertahankan.

“Ada hal-hal yang tidak diketahui siapa pun yang saya alami di Cruzeiro. Saya sering berpikir: besok saya akan menabrakkan mobil saya dan itu saja, karena saya tidak peduli, tidak ada yang menghargai saya,” ungkap Igor dinukil Sport Mole.

Pengakuan itu menggambarkan kerasnya periode yang ia jalani di Belo Horizonte. Jauh dari sorotan, sang striker hidup di antara kritik, tekanan besar, dan rasa tidak dihargai di salah satu fase paling kelam dalam sejarah klub.

Meski begitu, Igor Thiago tetap bertahan. Pada musim Série B berikutnya, ia kembali memperoleh kesempatan bersama tim utama dan berhasil mencetak empat gol sepanjang 2021. Namun sekali lagi, Cruzeiro gagal meraih promosi.

Di saat yang sama, klub mulai mengalami transformasi besar. Kedatangan Ronaldo Nazário sebagai pemilik baru membawa investasi dan harapan baru yang akhirnya menjadi fondasi kebangkitan Cruzeiro menuju divisi teratas.

Ironisnya, Igor Thiago tidak pernah menikmati hasil dari revolusi tersebut.
Pada usia 20 tahun, ia justru menjadi pemain pertama yang dijual di era baru Ronaldo. Sang penyerang hijrah ke Ludogorets Razgrad dengan nilai transfer sekitar 700 ribu dolar.

Angka yang kecil untuk sepak bola modern, tetapi menjadi langkah penting dalam kariernya. Selama membela Ludogorets, Igor mencatatkan 64 penampilan dan sepuluh gol.

Statistik yang mungkin tidak spektakuler, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa di balik masa-masa sulit di Cruzeiro, terdapat seorang pemain yang terus bertahan ketika banyak orang sudah berhenti percaya kepadanya.(A Rabas/bersambung)

Exit mobile version