Wujud Nyata Program “Kepri Terang”
edisiana.com – Alhamdulillah, empat pulau terluar di Provinsi Kepulauan Riau, yakni Pulau Pemping, Pulau Sugi, Pulau Seluan, dan Pulau Numbing kini resmi menikmati listrik selama 24 jam penuh. Ini merupakan hasil dari Program PLN “Wujudkan Kepri Terang”, sebuah inisiatif kolaboratif antara PLN dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau guna meningkatkan pemerataan akses listrik, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Dengan beroperasinya listrik 24 jam, masyarakat di keempat pulau tersebut kini dapat menikmati fasilitas energi yang layak dan berkelanjutan, yang diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup serta pertumbuhan ekonomi lokal.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan rasa syukur atas perjuangan panjang masyarakat Pulau Pemping yang selama kurang lebih 12 tahun mendambakan kehadiran listrik secara penuh.
“Pulau Pemping ini adalah salah satu titik penting, karena menjadi daerah landing point transfer gas ke negara tetangga. Rasanya tidak adil jika daerah seperti ini tidak mendapatkan listrik. Alhamdulillah, kini impian itu menjadi kenyataan,” ujar Amsakar dikutip dari MCB.
Dalam peresmian listrik oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad di Pulau Pemping, Kecamatan Belakang Padang juga dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Ketua DPRD Kepri Iman Setiawan, Wakil Ketua I DPRD Kota Batam Aweng Kurniawan, Wakil Ketua III DPRD Kota Batam Hendra Asman, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zainal Arifin, serta Direktur Distribusi PT PLN (Persero) Pusat, Adi Priyanto.
Ia juga mengapresiasi kontribusi berbagai pihak dalam mewujudkan penyalaan listrik 24 jam ini, termasuk almarhum H. Nyat Kadir, anggota DPR RI yang turut memperjuangkan pengadaan dua mesin pembangkit melalui skema CSR bersama pemerintah pusat.
Meski sempat menghadapi berbagai tantangan teknis dan pengelolaan, Amsakar menyebut bahwa perhatian dari pemerintah pusat, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sangat membantu dalam percepatan realisasi proyek ini.
“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden, Wakil Gubernur, PLN Pusat, dan semua pihak yang terlibat. Sekarang, Pulau Pemping, Pulau Sugi, Seluan, dan Numbing sudah terang 24 jam. Saya berharap perhatian serupa juga diberikan kepada Pulau Labun dan wilayah lain yang masih belum menikmati listrik secara penuh,” tambahnya.
Lebih lanjut, Amsakar menekankan pentingnya akses listrik dalam membuka peluang usaha, meningkatkan pendidikan, dan memperkuat daya saing masyarakat pesisir.
“Pembangunan harus memberikan kesejahteraan. Listrik membuka ruang investasi, mencerdaskan anak-anak pulau, dan memperkuat keutuhan wilayah. Saya harap masyarakat juga menjaga situasi yang kondusif agar Batam dan Kepri semakin hebat ke depan,” tutupnya.(*)
