Woody Johnson Resmi Beli 43 Persen Saham dari John Textor, Palace Berharap Main di Eropa

Para pemain Crystal Palace mengangkat trofi pertama yakni Piala FA. Foto: via BBC

edisiana.com – Pemilik New York Jets, Woody Johnson, telah menyelesaikan pembelian 43 persen saham milik John Textor di klub Liga Premier Inggris, Crystal Palace. Kesepakatan ini melibatkan pembelian saham Eagle Football Holdings – perusahaan multi-klub milik Textor – dengan nilai yang diperkirakan mendekati £190 juta.

Pria asal Amerika Serikat berusia 78 tahun tersebut kini bergabung sebagai mitra sekaligus direktur Crystal Palace, bersama ketua klub Steve Parish serta pemilik lainnya, Josh Harris dan David Blitzer. Johnson juga telah menandatangani piagam pemilik Liga Premier sebagai bagian dari proses ini.

Kesan Pertama Woody Johnson

“Saya merasa terhormat dan beruntung bisa menjadi bagian dari kelompok pemilik Crystal Palace Football Club,” kata Johnson dalam pernyataannya seperti dilansir BBC pada hari ini.

BACA JUGA:  Pemain Top Eropa Mulai Diserang Badai Cedera

“Ini adalah organisasi dengan sejarah, tradisi, dan akar yang membanggakan dalam sepak bola Inggris, terutama di London Selatan, yang telah saya kagumi sejak saya menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Inggris Raya.”

Johnson juga menyampaikan antusiasmenya untuk bertemu para pendukung Palace. “Para penggemar Eagles telah menunjukkan loyalitas, semangat, dan dedikasi yang luar biasa. Saya sangat menantikan untuk bertemu dan mengenal mereka.”

Sambutan dari Klub

Ketua klub, Steve Parish, menyambut hangat kehadiran Johnson. “Kami sangat senang menyambut Woody Johnson sebagai bagian dari kepemilikan klub. Kami menantikan kerja sama dengannya untuk melanjutkan keberhasilan kami belakangan ini.”

BACA JUGA:  Sudah Takdir Kompany Menjadi Manajer City

Masalah Kepemilikan Multi-Klub dan UEFA

Meskipun demikian, Crystal Palace tengah menghadapi tantangan terkait regulasi UEFA mengenai kepemilikan multi-klub. Aturan badan sepak bola Eropa menyatakan bahwa dua klub yang berada dalam kepemilikan – atau pengaruh signifikan – dari orang atau entitas yang sama, tidak dapat berpartisipasi dalam kompetisi Eropa yang sama.

UEFA memberikan batas waktu hingga 1 Maret 2025 untuk menyampaikan bukti restrukturisasi kepemilikan. Sayangnya, Crystal Palace gagal memenuhi tenggat tersebut. Meski klub berpendapat bahwa John Textor tidak memiliki pengaruh yang menentukan di klub, UEFA menolak klaim tersebut.

BACA JUGA:  Sancho Masih 50-50 Hadapi Mantan Tim

Dalam sebuah wawancara dengan podcast Rest is Football pekan lalu, Steve Parish mengungkapkan harapannya agar keputusan tersebut bisa dikaji ulang.

“Kami merasa keputusan ini tidak tepat. Kami yakin, dan dapat membuktikan, bahwa John [Textor] tidak memiliki pengaruh menentukan di klub,” ujar Parish.(maq)