Pjs Gubernur Kepri Minta Bupati / Wali Kota Nambah Ventilator di Puskesmas

789

PASIEN COVID-19 YANG MENINGGAL BERTAMBAH

Batam, edisiana.com – Tim gugus tugas penanganan covid 19 Provinsi Kepri, melaporkan, data terakhir jumlah pasien covid yang meninggal dunia, hingga Oktober ini, mencapai 88 orang.

“Jumlah pasien covid yang meninggal dunia terus bertambah. Tentu saja kondisi ini sangat mengkhawatirkan. Maka dari itu, untuk mengurangi resiko kematian Covid-19 yang terus berjatuhan itu, saya minta kepada bupati/ wako se-Kepri, segera melengkapi alat bantu pernafasan dan ventilator, di puskesmas-puskesmas yang ada,” tegas Pjs Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin dalam siaran pers pada Sabtu, 23 Oktober 2020.

BACA JUGA:  Syarat Terpenuhi, Pulau Pengalap Segera Jadi Kawasan KEK Pariwisata

Sebab, lanjut Bahtiar, paru-paru adalah bagian utama pasien Covid-19. Maka dari itu, perlu mendapat perhatian utama soal ini.” Bayangkan saja, terbatasnya alat pernafasan dan ventilator, membuat pasien covid tak terlayani dengan maksimal,” ungkapnya.

“Alat bantu pernapasan dan ventilator adalah alat penolong utama bagi pasien yg covid yang bergejala. Umumnya rumah sakit di wilayah Kepri sangat terbatas alat-alat bantu pernapasan dan ventilator. Jika Rumah Sakit hanya rata-rata punya 3 alat. Sedangkan pasiennya rata-rata lebih dari 3 orang. Maka dipastikan pasien yang tak terlayani dengan alat bantu pernapasan, atau ventilator maka kemungkinan besar meninggal,” papar Bahtiar.

BACA JUGA:  Rudi Berharap Ekonomi Kota Kelahirannya Tumbuh Seperti Batam

Sekali lagi, Pjs Gubenur meminta, kiranya bupati / wako se-kepri, segera melengkapi alat-alat tersebut. Sedangkan di puskesmas-puskesmas yang belum ada, atau hanya ada 1 atau dua alat, segera langsung untuk dilengkapi secepatnya.

“Jangan ditunda lagi, dan bertindaklah cepat karena situasi saat ini cukup mengkhawatirkan. Peralatan medis harus segera diadakan pada APBD Provinsi, Kabupaten/ Kota. Begitu pula dengan rumah sakit swasta juga harus memiliki alat-alat bantu pernafasan yang cukup. Dengan alat itu, kita harap bisa mengurangi resiko kematian yang terus bertambah. Ini alat sangat urgen, mendesak dan dibutuhkan saat ini diseluruh daerah,” pungkasnya. (maq)

BACA JUGA:  Honda Ajarkan Soal Keselamatan Berkendara kepada Komunitas Scoopy Tanjungpinang
BAGIKAN