BP Batam Siapkan Sejumlah Skenario Dampak El Nino untuk Jaga Ketersediaan Air Baku

BP Batam menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga pasokan air. Foto: Humas

edisiana.com — BP Batam menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi kemungkinan berlanjutnya kondisi minim hujan. Berbagai skenario disiapkan untuk menjaga ketersediaan air baku sekaligus memastikan pasokan kepada masyarakat tetap berjalan.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah koordinasi tambahan untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Upaya tersebut ditujukan untuk meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air.

Selain itu, BP Batam juga menyiapkan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 liter per detik (Lps) di Sei Ladi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menambah daya dorong sekaligus menjaga kontinuitas pasokan air.

BP Batam juga mengkaji pemanfaatan sejumlah embung sebagai sumber air alternatif. Beberapa opsi tengah disiapkan, mulai dari memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat hingga membangun fasilitas pengolahan air baru di sekitar embung.

Dengan skema tersebut, air dari embung nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi air bersih.

Opsi pengaturan suplai secara bergilir juga masuk dalam kajian. Namun, penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan serta dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit. Oleh karena itu, berbagai skenario sudah kami siapkan dan terus kami evaluasi berdasarkan perkembangan kondisi waduk di lapangan. Kami ingin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik,” tegas Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano.

Dalam jangka panjang, BP Batam juga terus mengembangkan konsep Batam Integrated Total Water Management. Konsep tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan air sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional.

Pengembangan sumber air alternatif mencakup pemanfaatan teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, hingga stormwater.

Dalam proyeksi ketersediaan sumber air jangka panjang, BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps. Kemudian air daur ulang sebesar 500 Lps serta pemanfaatan embung dan stormwater sebesar 500 Lps.

Secara teknis, BP Batam juga mengkaji opsi pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam. Total rencana kapasitas dari opsi tersebut mencapai 3.000 Lps.

Langkah tersebut dipersiapkan untuk menjawab kebutuhan air Batam yang diproyeksikan mencapai 7.149 Lps pada 2045. Proyeksi itu sejalan dengan pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, serta berbagai aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama. Oleh karena itu, BP Batam tidak hanya fokus pada kondisi hari ini, tetapi juga menyiapkan sumber air baru untuk di masa mendatang,” tutup Denny. (*)

Exit mobile version