edisiana.com – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa tren positif kinerja kepelabuhanan hingga September 2026 menjadi bukti nyata stabilitas ekonomi dan meningkatnya daya tarik investasi di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Menurutnya, pertumbuhan sektor kepelabuhanan mencerminkan aktivitas perdagangan dan investasi industri di Batam yang terus bergerak dinamis.
“Kinerja kepelabuhanan yang terus bertumbuh solid hingga September 2026 ini membuktikan bahwa roda perdagangan dan investasi industri Batam bergerak sangat dinamis,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, pelabuhan merupakan urat nadi utama perekonomian Batam. Karena itu, BP Batam berkomitmen mempercepat penguatan infrastruktur dan modernisasi layanan kepelabuhanan.
Upaya tersebut meliputi penyempurnaan infrastruktur dermaga, penambahan peralatan bongkar muat modern, hingga percepatan integrasi sistem logistik digital.
“Langkah terintegrasi ini menjadi fondasi kunci untuk mewujudkan Batam sebagai transshipment hub dan simpul logistik internasional terkemuka di jalur Selat Malaka,” jelasnya.
Prioritaskan Modernisasi Layanan dan Keselamatan Pelayaran
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya peningkatan standar pelayanan publik dan keselamatan pelayaran di tengah tingginya mobilitas penumpang maupun barang melalui pelabuhan Batam.
Ia menyebut, jumlah penumpang laut yang telah mencapai sekitar 7,5 juta orang hingga September 2026 semakin menegaskan posisi Batam sebagai salah satu pintu gerbang perlintasan orang tersibuk di Indonesia.
Menurut Li Claudia, peningkatan mobilitas tersebut harus diimbangi dengan modernisasi fasilitas dan kualitas pelayanan yang semakin baik.
“Tembusnya arus penumpang laut di angka 7,5 juta orang hingga September ini menegaskan posisi Batam sebagai salah satu pintu gerbang perlintasan orang tersibuk di Indonesia. Oleh karena itu, modernisasi fasilitas terminal, digitalisasi sistem tiket pelabuhan, dan kebersihan dermaga harus selalu menjadi prioritas utama,” terangnya.
Selain pembenahan fasilitas, BP Batam juga memperkuat koordinasi lintas instansi untuk memastikan pelayanan pelabuhan berjalan optimal.
“BP Batam berkomitmen memperkuat kolaborasi bersama instansi CIQP (Customs, Immigration, Quarantine, Port Health) dan mitra maritim agar pelayanan berjalan cepat, aman, dan berstandar internasional,” tegas Li Claudia.
Optimalkan Aset Pelabuhan
Di sisi lain, Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengapresiasi peningkatan kinerja operasional dan komersial kepelabuhanan yang semakin solid memasuki triwulan IV 2026.
Menurutnya, sejumlah indikator menunjukkan pengelolaan bisnis pelabuhan Batam semakin efisien dan produktif.
Mulai dari realisasi penerimaan jasa kepelabuhanan sebesar 75 persen dari target tahunan, capaian bongkar muat general cargo Terminal Batu Ampar yang mencapai 117 persen, hingga peningkatan bobot kapal barang sebesar 21 persen.
“Realisasi penerimaan yang stabil di 75 persen, melesatnya general cargo di Batu Ampar hingga 117 persen, serta lonjakan bobot tonase kapal barang hingga 21 persen mencerminkan bahwa ekosistem bisnis pelabuhan kita beroperasi makin efisien,” ujar Denny.
Ia menambahkan, BP Batam melalui Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan terus mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset pelabuhan komersial.
Optimalisasi tersebut dilakukan melalui tata kelola yang profesional, transparan, serta berorientasi pada peningkatan nilai tambah ekonomi.
“Melalui tata kelola Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, kami terus mengoptimalkan utilisasi aset-aset pelabuhan komersial BP Batam secara profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah bagi perekonomian serta penerimaan negara,” tambahnya.
Dengan dukungan penguatan infrastruktur, modernisasi fasilitas, digitalisasi layanan, dan optimalisasi aset, BP Batam terus mendorong sektor kepelabuhanan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kawasan perdagangan dan industri strategis serta simpul logistik internasional di kawasan Selat Malaka.(*)
