Eloy Room, Tembok Curacao untuk Memecahkan Sejarah

Eloy Room saat menahan tendangan pemain Ekuador dan Curacao memetik satu poin. Foto: via ESPN

edisiana.com — Jika Curacao pulang dengan satu poin bersejarah, maka nama Eloy Room layak ditulis dengan besar-besar.

Kiper berusia 36 tahun itu menampilkan salah satu performa individu terbaik yang pernah terlihat di panggung internasional saat Curacao menahan imbang Ekuador tanpa gol di Kansas City.

Sepanjang pertandingan, Room menjelma menjadi benteng terakhir yang nyaris mustahil ditembus, mencatatkan 15 penyelamatan spektakuler.

Malam luar biasa Room dimulai sejak menit ketiga. Saat Enner Valencia mendapatkan peluang emas, sang kiper langsung menunjukkan refleks kelas dunia untuk menggagalkan ancaman pertama Ekuador.

Sejak saat itu, pertandingan berubah menjadi duel antara Room dan para penyerang La Tri. Gonzalo Plata dibuat frustrasi oleh aksi penyelamatan gemilangnya, sementara Valencia kembali dipaksa gigit jari setelah Room melakukan penyelamatan rendah yang impresif.

BACA JUGA:  Nanduk Striker Verona, Manajer Lecce Dipecat

Meski terus ditekan, Curacao bukan tanpa ancaman. Tahith Chong, mantan pemain Manchester United, sempat menyia-nyiakan situasi tiga lawan dua yang menjanjikan. Juninho Bacuna juga memperoleh kesempatan, tetapi tembakannya berhasil diblok di dalam kotak penalti.

Memasuki babak kedua, Curacao bahkan nyaris mencuri keunggulan. Pada menit ke-60, tim asuhan Dick Advocaat memperoleh tiga peluang beruntun. Namun, kiper Ekuador Hernan Galindez tampil tak kalah heroik.

Dia melakukan penyelamatan ganda untuk menggagalkan upaya Leandro Bacuna dan Livano Comenencia. Moises Caicedo kemudian menyapu peluang susulan Jurgen Locadia.

Di sisi lain lapangan, Room terus mempertahankan keajaibannya. Valencia dan Kevin Rodriguez kembali dibuat frustrasi oleh serangkaian penyelamatan luar biasa.

BACA JUGA:  Bruno Puji Kante dan Bilang Luar Biasa!

Piero Hincapie sempat menyambut bola mati dengan sundulan yang melayang tipis di atas mistar, sementara Plata gagal memanfaatkan peluang emas setelah berhasil menembus area penalti.

Drama belum berakhir. Rodriguez nyaris memecahkan kebuntuan ketika tembakan silangnya menghantam mistar gawang. Namun, dewi fortuna tetap berpihak kepada Curacao dan sang penjaga gawang.

Ketika peluit akhir berbunyi, Room berdiri sebagai pahlawan mutlak. Melansir ESPN, 15 penyelamatannya menjadi jumlah terbanyak yang dilakukan seorang kiper dalam 90 menit pertandingan turnamen besar sejak data tersebut mulai dicatat pada 1966.

Seorang diri, ia menjadi tembok yang menjaga mimpi Curacao tetap hidup. Setelah dihancurkan Jerman dengan skor 7-1 pada laga pembuka, tim asuhan Dick Advocaat bangkit dengan cara yang paling berani: bertahan, berjuang, dan mempercayakan segalanya kepada Eloy Room.

BACA JUGA:  Messi akan Menjadi Pemain Tertua di Olimpiade Paris

Dan sang kiper menjawab kepercayaan itu dengan sebuah penampilan yang akan dikenang dalam sejarah sepak bola Curacao.(maq)