Liverpool Kembali Tersungkur, Takluk 1-2 dari Manchester United di Anfield

Bek Liverpool tidak bisa menghalangi Harry Maguire. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Liverpool kembali menelan hasil buruk usai dikalahkan Manchester United dengan skor 1-2 dalam laga panas di Anfield. Ini menjadi kekalahan keempat beruntun bagi The Reds, sebuah tren negatif yang terakhir kali mereka alami pada November 2014 di era Brendan Rodgers.

Pertandingan langsung berlangsung mengejutkan. Manchester United mencetak gol pembuka hanya dua menit setelah kick-off.

Momen tersebut tidak lepas dari kontroversi karena Alexis Mac Allister sempat tergeletak dengan cedera kepala akibat tersikut secara tidak sengaja oleh rekan setimnya, Virgil van Dijk.

Meski demikian, wasit Michael Oliver membiarkan permainan terus berlanjut, dan Bryan Mbeumo memanfaatkan situasi tersebut dengan menyarangkan bola ke gawang yang dijaga Mamardashvili, kiper pengganti Alisson yang sedang cedera.

Liverpool mencoba bangkit dan menciptakan beberapa peluang emas. Cody Gakpo dua kali hampir mencetak gol. Tapi tembakannya hanya membentur tiang — satu kali di babak pertama dan sekali lagi di babak kedua di depan The Kop.

Di penghujung laga, Gakpo juga sempat menyundul bola melebar meski dalam posisi yang menjanjikan untuk menyamakan kedudukan.

Sementara itu, Manchester United juga memiliki kesempatan untuk menambah keunggulan. Bruno Fernandes menyia-nyiakan peluang emas ketika tembakannya melebar padahal gawang terbuka di depannya.

Namun, keunggulan mereka akhirnya bertahan berkat penampilan disiplin di lini belakang, termasuk intervensi penting dari Harry Maguire di menit-menit akhir.

Penampilan kiper baru United asal Belgia, Senne Lammens, juga patut mendapat sorotan. Ia tampil gemilang dengan melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk menggagalkan peluang dari Alexander Isak yang lolos dari pengawalan.

Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Manchester United di Anfield sejak Januari 2016.

Sebaliknya, malansir BBC, bagi Liverpool, kekalahan ini memperpanjang rekor buruk mereka menjadi empat laga tanpa kemenangan — sebuah periode kelam yang menambah tekanan pada tim asuhan Jürgen Klopp.(maq)

Exit mobile version