edisiana.com – Gelandang Rodri mengatakan segera melepas kekalahan dari Real Madrid di Liga Champions. Kini harus fokus kepada dua yang masih dimiliki Manchester City.
Rodri dan City tidak bisa terlalu lama menyesali dan kemarahan dengan tersingkir dari Champions. Karena gelar Liga Premier dan Piala FA masih bisa diperebutkan.
Pada hari Sabtu, pekan ini mereka akan menghadapi Chelsea di Wembley di semifinal Piala FA. Terus bertandang ke Brighton Kamis depan untuk memperpanjang keunggulan dua poin mereka dalam perburuan gelar Premier League.
“Pada akhirnya inilah sepak bola. Ketika Anda telah memberikan segalanya, Anda tidak menyesal. Sekarang saatnya untuk menyemangati para pemain dan memberi selamat kepada Real Madrid,” ucap Rodri dikutip dari MetroSports pada Kamis, 18 April.
Juara bertahan City bermimpi untuk meraih treble kedua yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tapi berakhir pada hari ini setelah kalah dalam pertandingan perempat final melawan Real melalui adu penalti .
Setelah bermain imbang 3-3 di Spanyol pekan lalu, pertandingan berakhir 1-1 di Etihad. Dengan gol awal Rodrygo dibatalkan oleh Kevin De Bruyne di akhir pertandingan.
Namun hal itu tidak terjadi pada pemimpin klasemen Premier League setelah Bernardo Silva dan Mateo Kovacic gagal mengeksekusi tendangan penalti. Dan Lo Blancos memenangkan adu penalti dengan skor 4-3.
“Kami tahu betapa sulitnya mengalahkan Madrid, tapi menurut saya kami seharusnya bisa lolos. Pada akhirnya inilah sepak bola,” ujarnya.
Rodri terkejut dengan penampilan Madrid di Etihad. Karena pemainnya menumpuk di bagian pertahanan. Dan tidak seperti Los Blancos biasanya yang tampil menyerang.
Namun demikian, ia menambahkan justru Madrid efektif.Dengan satu peluang dengan sekali gol.
“Satu-satunya tembakan tepat sasaran mereka masuk, dan kami tertinggal hampir sepanjang pertandingan. Kami mempunyai peluang dan jika kami lebih klinis, kami akan memenangkan pertandingan,” jelasnya lagi.
“Kami tahu apa yang kami lakukan dan kami tahu bahwa kompetisi ini tidak memahami manfaatnya, melainkan memahami siapa yang mencetak gol,” terangnya,” tutupnya.(maq)
