edisiana. com – Mauricio Pochettino merombak lini tengahnya pada laga melawan Brentford. Hasilnya mengejutkan, mereka menguasai permainan hingga 78 persen. Dan akhirnya menang 2-0.
Dia penggalang lini tengah Chelsea bisanya diisi oleh Enzo Fernandez, Moises Caicedo atau pun Conor Gallagher. Tapi Sabtu malam kemarin, Pochettino mencadangkan Fernandez.
Meski frustrasi di babak pertama, Chelsea mendominasi pertandingan melawan Sheffield United. The Blues menikmati 78 persen penguasaan bola. Mereka juga meraih tiga poin dalam tujuh menit di babak kedua ketika Cole Palmer dan Nicolas Jackson sama-sama mencetak gol.
Fernandez akhirnya masuk pada menit ke-69, dengan menggantikan Mykhailo Mudryk. Pochettino, bos Chelsea menegaskan bahwa tidak banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan timnya.
Pelatih asal Argentina itu mengatakan, ia tidak menurunkan Fernandez lantaran punya pertimbangan lain. “Dia hanya bisa bermain 11 kali. Ini adalah kompetisi besar dan terkadang Anda memerlukan satu karakteristik, atau satu profil atau profil lainnya, dan Anda harus memilih pemainnya,” ujar Pochettino dinukil dari MetroSports pada Minggu ini.
“Dan tentu saja kita melihat bahwa kombinasi antara Caicedo dan Gallagher, ditambah Cole Palmer seperti pemain nomor 10, kemungkinan menjadi kombinasi terbaik untuk hari ini,” tambahnya.
Tapi itu tidak berarti, ia melanjutkan bahwa pada hari Selasa melawan Newcastle di Piala Carabao sudah Enzo bisa bermain dengan pemain lain.
Selain rotasi lini tengah, Pochettino juga menukar poisisi Palmer dan Raheem Sterling di babak kedua. “Ya, kami bertukar posisi, lalu posisi bek sayap dan gelandang kami juga,” ucapnya.
“Jika Anda lihat, kami menggunakan Palmer di sisi kanan dan Conor di sisi kiri, tapi kami memberikan terlalu banyak tekanan kepada pemain kami. Axel Disasi dan Levi Colwill, ketika mereka bermain dengan bola,” lanjutnya menjelaskan.(maq)
Pemain Dirotasi, Chelsea Jadi Keren, 78 Persen Kuasai Bola
