edisiana.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi memutuskan kerja sama dengan manajer timnas Indonesia, Patrick Kluivert, setelah harapan untuk lolos ke Piala Dunia pupus.
Keputusan ini diumumkan pada Kamis, 16 Oktober 2025 hanya delapan pertandingan sejak Kluivert ditunjuk sebagai pelatih kepala.
Kluivert, legenda sepak bola Belanda yang pernah bersinar bersama Ajax dan Barcelona, serta sempat membela Newcastle United pada musim 2004/05, dikenal luas karena catatan gemilangnya sebagai pemain. Ia mencetak 40 gol dalam 79 penampilan bersama timnas Belanda dan meraih gelar Liga Champions bersama Ajax pada 1995. Sejak pensiun pada 2008, ia beberapa kali mencoba peruntungan di dunia kepelatihan.
Namun, masa tugasnya bersama Indonesia berakhir mengecewakan. Dalam pernyataan resminya, PSSI menyebut bahwa keputusan ini diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap program pembinaan dan pengembangan sepak bola nasional.
“PSSI dan tim pelatih tim nasional Indonesia secara resmi telah sepakat untuk mengakhiri kerja sama lebih awal melalui penghentian bersama. Setelah diskusi yang terbuka, penuh, dan penuh rasa hormat, kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kemitraan ini,” demikian bunyi pernyataan PSSI, dikutip dari Daily Mail pada hari ini.
Kekalahan dari Irak menjadi titik panas dalam periode Kluivert, di mana laga tersebut berakhir dengan kekacauan. Tim Indonesia memprotes wasit Ma Ning karena merasa layak mendapat penalti di menit-menit akhir.
Beberapa pemain mengelilingi sang wasit, sementara bek kiri Shayne Pattynama bersitegang dengan pelatih Irak, Graham Arnold, hingga akhirnya diusir keluar lapangan.
Insiden tak berhenti di situ. Manajer tim Indonesia, Sumardji, juga mendapat kartu merah setelah terlihat mendorong wasit dari belakang. Gelandang Thom Haye ikut diusir karena konfrontasinya terhadap Ma Ning setelah pertandingan.
Patrick Kluivert mengambil alih timnas Indonesia pada Januari 2025 menggantikan Shin Tae-yong. Dalam delapan laga, ia mencatat tiga kemenangan, satu hasil imbang, dan empat kekalahan.
Sebelumnya, Kluivert juga pernah melatih timnas Curacao pada 2015–2016 dengan rekor enam kemenangan dalam 12 pertandingan.
Dengan pemecatan ini, PSSI akan kembali mencari sosok pelatih baru untuk menahkodai tim Garuda di tengah tantangan pembinaan jangka panjang dan target prestasi internasional yang tinggi.(maq)











