Pasien Covid-19 yang Sembuh di Kepri 78 Persen

809

Karimun, edisiana.com – “Kita ingin masyarakat Karimun sehat semua. Penangan harus cepat dilakukan. Kesehatan yang pulih juga akan mempercepat pemulihan ekonomi. Apalagi Kepri sedang mendorong B to B dengan Singapura.”

Pernyataan itu diucapkan Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid19 Provinsi Kepri H TS Arif Fadillah seiring meningkatnya kesembuhan pasien Covid-19 di Kepri.

Di Karimun, Arif yang juga menjabat Sekdaprov Kepri ini menyerahkan peralatan Tes PCR Portable. Selain Karimun, PCR Portable juga diberikan untuk RS Ahmad Thabib Tanjungpinang dan Kota Batam.

Dengan adanya PCR Portable tersebut, Arif berharap swab bisa dilakukan dengan hasil yang cepat.

BACA JUGA:  Erling Haaland Dapat Penghargaan FWA

Tampak hadir pada kesempatan itu Wakil Ketua Harian sekaligus Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi, Tjetjep Yudiana, Asisten Administrasi Umum Setda, H.M. Hasbi, Kepala Dinas Kesehatan, M. Bisri, Kepala Dinas Perhubungan, Junaidi, dan Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Aries Fhariandi.

Arif menambahkan bahwa sampai pekan ini tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Kepri di atas 78 persen. Jumlah itu termasuk tinggi, urutan kelima secara nasional.

Persentase itu, kata Arif harus terus demakin tinggi. Karena itu kebijakan penerapan protokol Covid-19 harus disejalankan dengan kebijakan pemulihan ekonomi. Jangan sampai masyarakat terpapar Covid-19 dan terkapar secara ekonomi.

BACA JUGA:  Perwakilan Asean Habis di Piala Asia, Thailand Dikalahkan Uzbekistan

Apalagi, kata Arif, pekerjaan tahun ini adalah penanganan Covid-19 dan Pilkada. Sehingga Pemerintah harus dapat menekan adanya muncul klaster baru melalui penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Tentang skema B to B, menurut Arif pada tanggal 26 Oktober 2020 akan dibuka dua pintu masuk internasional yaitu Pelabuhan Nongsa atau Batam Center serta Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:  Mantap! Belgia Kalahkan Jerman 3-2

Ketentuan perjalanan B to B ini sangat ketat seperti untuk pintu masuk di Batam adalah ketika keluar masuk harus melakukan swab dua kali, di Singapura dan Batam untuk memastikan tidak terpapar Covid-19.

Setelah B to B sukses maka akan dilanjutkan dengan pembukaan Industri Pariwisata secara bertahap, contohnya adalah Lagoi yang sudah sangat siap dan telah diaudit oleh semua pihak.

Untuk memastikan hal-hal tersebut, Pjs Gubernur telah meninjau semua tempat tersebut untuk meyakinkan dunia bahwa Kepri siap menyambut adaptasi kebiasan baru.(maq)

BAGIKAN