edisiana.com – Striker Nigeria Victor Boniface mengeluh bahwa ia terjebak di bandara selama hampir 13 jam tanpa makanan, WiFi, atau tempat untuk tidur.
“Afrika, kita bisa melakukan yang lebih baik,” kata Victor Boniface di media sosial X.
“Tidak jelas apa yang akan terjadi dengan poin dari pertandingan tersebut, dan masalah ini kemungkinan akan dirujuk ke Dewan Disiplin CAF,” tulisnya lagi seperti dilansir ESPN pada hari ini.
Tim Super Eagles dijadwalkan bertanding melawan tuan rumah Libya di kota Benghazi, di mana mereka berharap dapat memastikan tempat kualifikasi untuk putaran final di Maroko akhir tahun depan.
Namun setelah terdampar selama lebih dari 16 jam di bandara 250 km (155 mil) dari tujuan yang dimaksudkan, para pemain Nigeria mengatakan mereka tidak akan memenuhi jadwal dan NFF mengeluarkan pernyataan.
“Delegasi Nigeria untuk kualifikasi AFCON 2025 pada hari Selasa melawan Libya masih berada di Bandara Al Abraq 12 jam setelah mendarat di Libya,” kata NFF dalam pernyataannya.
Nigeria mengalahkan Libya 1-0 pada pertandingan sebelumnya di Uyo pada hari Jumat pekan lalu. Kemenangan itu berkat gol telat dari Fisayo Dele- Bashiru, yang membawa mereka meraih tujuh poin dari tiga pertandingan di grup mereka.
Benin memiliki enam poin, Rwanda dua poin, dan Libya satu poin. Dua tim teratas di setiap grup melaju ke putaran final yang diikuti 24 tim.(maq)
