edisiana.com – Atalanta kembali menemukan senyum. Sabtu malam di Italia, La Dea menundukkan Cagliari 2-1, dengan satu nama menjadi pusat cerita: Gianluca Scamacca. Dua gol sang penyerang membawa pasukan Bergamo naik ke peringkat 11 Serie A dan menjaga asa menuju Eropa tetap hidup.
Pertandingan baru berjalan 11 menit, Scamacca sudah mengirim pesan tegas. Menerima umpan matang dari Davide Zappacosta, ia melepas tembakan akurat ke sudut kiri bawah gawang. Dingin, klinis, mematikan. Atalanta unggul lebih dulu.
Atalanta terus menekan. Zappacosta hampir menggandakan keunggulan lewat sepakan kaki kanan dari sisi kanan kotak penalti, namun bola melenceng tipis ke kiri setelah kombinasi apik dengan Ademola Lookman.
Tak lama kemudian, Charles De Ketelaere mencoba peruntungannya, tapi kiper Elia Caprile tampil sigap di bawah mistar.
Selepas jeda, Cagliari bangkit. Tim tamu tampil lebih agresif dan akhirnya menemukan gol penyeimbang di menit ke-75.
Gianluca Gaetano menuntaskan umpan terobosan Sebastiano Esposito dengan sepakan ke sudut kanan bawah. Kedudukan imbang, momentum berpindah.
Namun malam ini adalah milik Scamacca. Saat tekanan meningkat, sang striker tampil sebagai penentu.
Setelah Atalanta nyaris mencetak gol lewat Nicola Zalewski—lagi-lagi digagalkan Caprile—Scamacca muncul untuk memastikan kemenangan.
Dengan ketenangan luar biasa, ia mengarahkan bola tepat ke tengah gawang. Gol kedua, tiga poin aman.
Melansir MD, kemenangan ini membuat Atalanta kini hanya terpaut 5 poin dari zona Eropa, sementara Cagliari unggul 4 poin dari zona degradasi—posisi yang masih jauh dari kata aman.
Bagi Scamacca, ini adalah pesan keras ke seluruh Serie A. Ia kini telah mengoleksi 5 gol musim ini, mendekati para raja gol sementara: Lautaro Martínez dan Christian Pulisic, yang sama-sama sudah mencetak 7 gol.
Scamacca panas. Atalanta hidup. Serie A, awas.(maq)
