edisiana.com – Manajer Paris Saint-Germain (PSG), Luis Enrique, mengakui timnya sangat beruntung bisa meraih gelar Piala Super UEFA usai mengalahkan Tottenham Hotspur lewat adu penalti dengan skor 4-3. Menurutnya, Spurs mendominasi hampir sepanjang pertandingan dan lebih pantas mengangkat trofi.
Laga yang digelar di Udine, Italia, pada Rabu 13 Agustus, menjadi debut kompetitif pelatih baru Tottenham, Thomas Frank. Klub London itu tampil meyakinkan lewat gol dari Micky van de Ven dan kapten baru Cristian Romero, yang sempat membawa Spurs unggul 2-0.
Namun, PSG bangkit dramatis di menit-menit akhir. Lee Kang-in mencetak gol indah dari jarak jauh, disusul sundulan Goncalo Ramos di menit ke-94 yang memaksa laga dilanjutkan ke adu penalti.
Dua eksekutor Spurs—Van de Ven dan Mathys Tel—gagal menjalankan tugasnya, sementara PSG memastikan kemenangan lewat tendangan penentu dari Nuno Mendes.
Dalam wawancara usai pertandingan, Enrique tidak menutupi bahwa kemenangan timnya lebih karena keberuntungan daripada dominasi permainan.
“Selama 80 menit, kami tidak pantas mendapatkan itu,” ujar Enrique seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis, 14 Agustus.
“Saya pikir Tottenham pantas memenangkan pertandingan karena kami bisa merasakan mereka sedang dalam performa terbaik dan telah berlatih selama enam minggu.”
Pelatih asal Spanyol itu juga menyebut bahwa minimnya persiapan menjadi faktor utama permainan PSG yang kurang meyakinkan.
“Mereka bermain sangat bagus, padahal kami baru berlatih enam hari. Terkadang sepak bola memang tidak adil, dan saya harus bilang kami sangat beruntung bisa mencetak dua gol di 10 menit terakhir.”
Minimnya waktu latihan PSG terjadi karena partisipasi mereka di Piala Dunia Antarklub bulan lalu. Klub ibu kota Prancis itu menderita kekalahan telak 0-3 dari Chelsea di final turnamen yang digelar di Amerika Serikat.
Meski menang di Piala Super, performa PSG masih menjadi tanda tanya menjelang musim baru, terutama dengan jadwal padat dan minimnya persiapan skuad utama.(maq)
