edisiana.com — Nama Andy Carroll mungkin sudah jarang terdengar belakangan ini. Mantan striker Liverpool dan Timnas Inggris itu kini memulai babak baru dalam kariernya di dunia sepak bola — bukan di liga besar, melainkan di klub non-liga Dagenham & Redbridge, yang bermain di divisi keenam alias liga kampung di sepak bola Inggris.
Pemain berusia 36 tahun itu berstatus agen bebas setelah kontraknya berakhir dengan Bordeaux musim lalu. Carroll kemudian memilih untuk kembali ke Inggris demi lebih dekat dengan keluarganya, terutama kelima anaknya.
Pada Sabtu, 12 Juli 2025, Dagenham resmi diakuisisi oleh konsorsium investor swasta asal Qatar. Youseph Al Sharif ditunjuk sebagai ketua sementara klub, sementara mantan kapten Anwar Uddin MBE bergabung sebagai direktur non-eksekutif. Hanya berselang satu jam setelah pengumuman tersebut, Carroll resmi menandatangani kontrak dengan klub London Timur itu.
Tak hanya sebagai pemain, Carroll juga dilaporkan akan memiliki saham minoritas di klub tersebut, menjadikannya juga bagian dari kepemilikan.
“Saya sangat bersemangat memulai karier baru bersama Dagenham,” ujar Carroll, seperti dikutip dari Daily Mail pada Minggu, 13 Juli 2025. “Anak-anak saya mengira saya akan bergabung dengan Chelsea — mereka pasti akan terkejut.”
Carroll menyebut lokasi klub yang dekat dengan tempat tinggal anak-anaknya sebagai alasan utama kepindahannya. “Lokasinya fantastis dan dekat dengan anak-anak saya. Mereka bisa datang menonton saya bermain,” tambahnya.
Dengan pengalaman hampir dua dekade di dunia sepak bola, Carroll merasa siap menjalani peran ganda sebagai pemain sekaligus pemilik saham. Ia juga mengaku menolak sejumlah tawaran menggiurkan dari klub-klub ternama di Prancis, Italia, dan Spanyol demi proyek bersama Dagenham.
“Saya tidak ingin berhenti bermain sepak bola. Saya sangat antusias terlibat dalam kepemimpinan sekaligus bermain. Saya sudah melihat bagaimana klub-klub dijalankan di berbagai level. Saya yakin bisa memberikan nilai tambah,” jelasnya.
“Prioritas utama saya tetap sebagai pemain. Saya ingin membantu klub ini promosi. Saya memang mendapat tawaran dengan bayaran lebih besar, tapi saya tahu Dagenham adalah proyek yang ingin saya tekuni dengan sepenuh hati.”(maq)
