edisiana.com — Benfica harus mengawali kiprahnya di Liga Portugal 2026/2027 dengan hasil kurang maksimal setelah ditahan imbang Académico de Viseu 2-2 di Estádio da Luz, akhir pekan lalu.
Meski gagal mengamankan kemenangan, Gianluca Prestianni menjadi salah satu pemain yang paling menonjol. Winger asal Argentina itu tampil agresif sepanjang pertandingan dengan menyumbangkan satu gol dan satu assist untuk Benfica.
Laga tersebut berlangsung tanpa kehadiran penonton di Estádio da Luz. Melansir MD, Benfica harus menjalani pertandingan secara tertutup sebagai bagian dari sanksi akibat penggunaan kembang api oleh pendukung klub.
Pertandingan sekaligus menjadi debut Marco Silva sebagai pelatih Benfica. Tim tuan rumah langsung menunjukkan permainan menyerang dan berhasil membuka keunggulan ketika pertandingan baru berjalan 10 menit.
Prestianni menjadi aktor penting di balik gol tersebut. Umpan panjangnya yang akurat berhasil menemukan Vangelis Pavlidis di lini depan. Penyerang asal Yunani itu kemudian mengontrol bola menggunakan dada sebelum melepaskan tembakan yang membawa Benfica unggul 1-0.
Prestianni terus menjadi ancaman bagi pertahanan Académico de Viseu. Pergerakannya dari sisi sayap membuat Benfica beberapa kali menciptakan peluang, meski penyelesaian akhir pemain berusia muda itu masih belum sepenuhnya efektif.
Keunggulan Benfica akhirnya sirna pada menit ke-55. Tim promosi tersebut memanfaatkan situasi bola mati ketika Rúben Pereira menyambut sepak pojok dengan sundulan yang mengarah ke gawang dan mengubah skor menjadi 1-1.
Benfica hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk kembali berada di depan. Prestianni menunjukkan kualitas individunya dengan melewati pemain lawan di sisi kiri sebelum bergerak ke dalam kotak penalti. Ia kemudian melepaskan tembakan terukur yang tidak mampu dihentikan kiper Académico de Viseu.
Namun, keunggulan tersebut kembali tidak bertahan lama. Pada menit ke-68, André Clóvis membuat tim tamu menyamakan kedudukan. Pemain asal Brasil itu menyelesaikan umpan silang dari sisi kanan dengan sepakan langsung sehingga papan skor berubah menjadi 2-2.
Tidak ada gol tambahan hingga pertandingan berakhir. Benfica pun harus puas dengan satu poin pada laga perdana era Marco Silva, sementara Prestianni menjadi salah satu sorotan utama berkat kontribusinya dalam dua gol timnya.(maq)
