edisiana.com – Santi Cazorla, mantan gelandang Arsenal yang kini berusia 40 tahun, mencetak gol penting yang membawa klub masa kecilnya, Real Oviedo, ke final play-off promosi La Liga. Pemain legendaris Spanyol itu masuk dari bangku cadangan pada babak pertama ketika Oviedo tertinggal 0-1 dari Almería di leg kedua semifinal.
Empat menit setelah masuk, Cazorla menunjukkan sentuhan magisnya. Dengan kaki kirinya yang lebih lemah, ia melepaskan tendangan bebas yang indah, menyamakan skor dan membawa Oviedo unggul agregat 3-2.
Skor 1-1 bertahan hingga akhir laga, cukup untuk meloloskan Oviedo ke final play-off, di mana mereka akan menghadapi Mirandés, yang secara mengejutkan menang agregat 41-1 atas Racing Santander.
“Saya hanya mencoba menikmati sisa karier saya, sambil menyadari bahwa akhir sudah dekat,” kata Cazorla usai pertandingan.
“Saya sedih karena tidak bisa bermain sejak awal, tapi saya tahu pertandingan ini sangat penting. Saya senang bisa membantu tim,” tambahnya seperti dikutip dari BBC pada hari ini.
Cazorla, yang dua kali menjuarai Piala Eropa bersama Spanyol, dikenal karena kiprahnya selama enam musim di Arsenal dengan 180 penampilan. Namun, dua tahun terakhirnya di London utara dirundung cedera parah.
Cedera Achilles yang dideritanya pada Oktober 2016 mengharuskannya menjalani 11 operasi, bahkan sempat mengalami infeksi gangren yang nyaris membuatnya kehilangan kesempatan untuk berjalan, apalagi bermain sepak bola.
Dalam salah satu prosedur rekonstruksi, dokter mengambil kulit bertato dari lengan kirinya untuk menambal bagian tendon di pergelangan kaki kanannya. Namun semangat juangnya tidak pernah padam.
Setelah meninggalkan Arsenal pada 2018, Cazorla menghabiskan dua musim bersama Villarreal dan tiga musim berikutnya di Qatar.
Pada 2023, ia kembali ke Oviedo—klub masa kecilnya—dengan menerima gaji minimum, mengusung mimpi sederhana: membawa klub kembali ke La Liga setelah absen selama lebih dari dua dekade, sejak 2001.Kini, mimpi itu hanya berjarak satu langkah.(maq)
