PSG Jaga Tradisi Juara, Luis Enrique Bidik Rekor Madrid

Luis Enrique diangkat pemain PSG merayakan gelar keduanya Liga Champions. Foto: via MD

edisiana.com – Pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Luis Enrique menunjukkan keseriusannya menjaga dominasi timnya dengan menurunkan hampir seluruh pemain inti saat menghadapi Arsenal pada final Liga Champions, Sabtu malam.

Sebanyak 10 pemain starter yang sebelumnya tampil dalam kemenangan atas Inter Milan kembali dipercaya mengisi susunan utama.

Satu-satunya perubahan terjadi di posisi penjaga gawang. Matvey Safonov mendapat kesempatan tampil menggantikan Gianluigi Donnarumma yang telah hengkang ke Manchester City pada bursa transfer musim panas lalu.

Dalam dua musim terakhir, PSG menjelma sebagai kekuatan dominan di berbagai ajang yang mereka ikuti. Klub ibu kota Prancis itu berhasil mengoleksi delapan dari 10 trofi yang tersedia sejak awal musim lalu.

Dua gelar yang gagal diraih PSG hanyalah Piala Dunia Antarklub musim panas lalu dan Piala Prancis musim ini. Selain itu, Les Parisiens nyaris tak terbendung dalam perburuan gelar.

Apabila mampu mempertahankan tren positif pada musim depan, PSG berpeluang masuk jajaran elite Eropa sebagai tim kelima yang sanggup menjuarai Liga Champions atau Piala Eropa tiga kali secara beruntun.

Meski demikian, jalan menuju sejarah masih panjang. PSG masih jauh dari rekor legendaris yang dipegang Real Madrid, yakni lima gelar Piala Eropa berturut-turut pada periode 1956 hingga 1960.

Luis Enrique mengaku bangga dengan pencapaian timnya sejauh ini. Pelatih asal Spanyol tersebut menilai keberhasilan mempertahankan status juara menjadi bukti konsistensi skuadnya.

“Kegembiraan, kelelahan, semuanya bercampur menjadi satu. Tetapi ini adalah momen terbaik musim ini. Kami masih juara, dua kali berturut-turut, dan itu sungguh luar biasa,” ujar Luis Enrique dinukil dari BBC pada hari ini.(maq)

Exit mobile version