Kalah Bersaing Sama Mbappe dan Bellingham
edisiana.com – Keputusan Rodrygo untuk hengkang dari Real Madrid pada akhir musim ini sudah bulat. Bahkan pemain asal Brasil berusia 24 tahun itu berani menolak bermain saat pertandingan besar El Clasico hari Minggu di Nou Camp.
Keputusan Rodrygo untuk meninggalkan Madrid dipicu oleh rasa frustasinya karena tidak lagi menjadi bagian sentral dari proyek tim.
Melansir Daily Mail, kedatangan Mbappé dan performa luar biasa Bellingham membuatnya merasa kehilangan peran yang dulu ia harapkan bisa ia bagi dengan Vinicius Jr.
Penolakan Rodrygo untuk bermain di laga El Clasico bukan hanya mencerminkan rasa kecewa, tapi juga memperlihatkan bahwa hubungan pemain dengan manajemen sudah renggang. Ini bisa menjadi pukulan moral bagi tim dalam pertandingan penting.
Meski secara individu Mbappé tampil luar biasa, kehadirannya tampaknya telah menciptakan ketidakseimbangan di ruang ganti, termasuk dugaan keretakan hubungannya dengan Vinicius Jr., yang sebelumnya dianggap wajah masa depan klub.
Dengan Carlo Ancelotti akan menangani Timnas Brasil, Rodrygo mungkin melihat ini sebagai momen yang tepat untuk memulai lembaran baru bersama manajer yang dikenalnya.
Hal ini juga menandai kemungkinan adanya perubahan besar di skuad Madrid musim panas ini.
Klub-klub besar Eropa pasti akan siaga menghadapi situasi ini, karena pemain seperti Rodrygo masih sangat berharga dan punya pengalaman di level tertinggi.(maq)
