edisiana.com – Kylian Mbappé mencetak hattrick dan memecahkan rekor gol terbanyak dalam musim debut di Real Madrid dengan 39 gol di semua kompetisi musim ini, melewati rekor Ivan Zamorano (37 gol pada 1992–93).
Mbappé awalnya menghadapi beberapa kritik atas penampilannya di awal musim. Tapi ia telah mencetak gol secara konsisten sepanjang musim, termasuk dalam tiga dari empat laga Clásico Madrid melawan Barça.
Bulan lalu, ia melampaui torehan 33 gol Cristiano Ronaldo pada musim 2009-10 ketika ia mencetak gol dalam kekalahan Madrid 3-2 di final Copa del Rey.
Golnya di final Piala Super Spanyol pada bulan Januari juga tidak cukup untuk mencegah kekalahan 5-2 dari rival Clasico Madrid.
Meski tampil luar biasa, Mbappé tak mampu menyelamatkan Madrid dari kekalahan yang memastikan gelar LaLiga bagi rival abadi mereka, Barcelona.
Mbappé membuka skor lewat penalti di menit ke-5, lalu menambah gol kedua di menit ke-14.
Barcelona bangkit dan membalikkan keadaan menjadi 4-2 di babak pertama, memanfaatkan kelengahan lini belakang Madrid yang kehilangan lima pemain bertahan.
Gol ketiga Mbappé di menit ke-70 memberi harapan, namun Madrid gagal mencetak gol tambahan, membuat mereka tertinggal tujuh poin dengan hanya tiga laga tersisa.
Pelatih Carlo Ancelotti mengakui permainan menyerang Madrid baik, tetapi menyayangkan lemahnya organisasi pertahanan di awal laga.
Hasil ini tidak hanya menentukan gelar LaLiga musim ini, tetapi juga mempertegas pengaruh besar Mbappé di musim debutnya meski timnya gagal meraih gelar liga.
“Dua kali, kami memiliki peluang untuk menyamakan kedudukan menjadi 4-4. Pertandingan berlangsung seimbang, kami bersaing dan berjuang hingga detik terakhir,” terang Ancelotti seperti dilansir ESPN pada hari ini.
“Kami mencetak gol dan itu offside. Melawan tim yang hebat, dua tim yang hebat, tidak ada yang perlu dikecam dari tim saya dalam hal sikap dan komitmen. Hasilnya tidak bagus, tetapi kami bersaing,” tambah dia.(maq)
