Fary Francis: Pendidikan Vokasi Kunci Dukung Industri dan Investasi Batam

Fary Francis (tengah) saat hadir acara Rapat Kerja dan Koordinasi Forum Direktur dan Ketua Dharma Wanita Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia.Foto: Humas

edisiana.com – Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Fary Francis, menegaskan pentingnya peran pendidikan vokasi dalam mendukung pertumbuhan industri di Kota Batam.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker pada Pertemuan Rapat Kerja dan Koordinasi Forum Direktur dan Ketua Dharma Wanita Politeknik Negeri dan Akademi Komunitas Negeri se-Indonesia.

Menurut Fary, pendidikan vokasi memegang peran vital dalam menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang, khususnya di Batam.

Pendidikan vokasi dinilai tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori, tetapi juga membangun keterampilan praktis yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

BACA JUGA:  Perusahaan Jepang Tertarik Investasi di Batam

“Batam harus terus berkembang sebagai role model pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah penting yang harus kita perkuat adalah pengembangan SDM unggul berbasis teknologi sebagai fondasi utamanya,” ujar Fary.

Ia menambahkan, sinergi antara institusi pendidikan dan pelaku industri perlu diperkuat agar lulusan lebih adaptif terhadap perubahan teknologi dan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja yang dinamis.

Saat ini, Batam memiliki 31 kawasan industri strategis serta empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang terus berkembang.

BACA JUGA:  Promo Istimewa dari Honda, di Batam Dapat Potongan Harga Rp500 Ribu dan Tanjungpinang Rp555 Ribu

Kondisi tersebut diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga membutuhkan SDM yang terampil, profesional, dan siap menghadapi transformasi digital.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap investasi yang masuk ke Batam mendapat dukungan oleh SDM lokal yang kompeten,” tegasnya.

Fary juga menekankan komitmen BP Batam untuk mendorong kolaborasi konkret antara pemerintah, perguruan tinggi vokasi, dan dunia industri. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  Batam Melaju Kencang! Investasi Tembus Rp54,7 T, BP Batam Siapkan Lompatan 2026

“Dengan begitu, pertumbuhan ekonomi tidak hanya meningkat secara angka, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya.(ril)