edisiana.com – Perkembangan teknologi smartwatch semakin pesat. Perangkat yang dahulu hanya berfungsi sebagai penunjuk waktu kini telah berkembang menjadi teman berolahraga sekaligus asisten untuk berbagai aktivitas sehari-hari.
Salah satu merek yang cukup dikenal di segmen ini adalah Garmin. Perusahaan tersebut menghadirkan berbagai perangkat yang dirancang untuk membantu pengguna memantau aktivitas olahraga secara lebih terukur.
Dua produk yang menarik untuk diperhatikan adalah Garmin Forerunner 265 dan Forerunner 255. Keduanya sama-sama menawarkan sejumlah fitur olahraga dan konektivitas, tetapi memiliki karakteristik yang berbeda.
Melansir MD menyebutkan Garmin Forerunner 265 hadir sebagai smartwatch olahraga yang menggabungkan fitur pemantauan aktivitas dengan teknologi layar yang lebih modern.
Garmin Forerunner 265 dengan Layar AMOLED
Perangkat ini menggunakan layar AMOLED berukuran 1,3 inci yang menawarkan tampilan tajam dan warna yang lebih hidup. Untuk mendukung aktivitas luar ruangan, Forerunner 265 juga dilengkapi GPS multi-band dengan teknologi SATIQ.
Jam tangan ini menyediakan lebih dari 30 mode aktivitas. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk berbagai olahraga, mulai dari lari, bersepeda, berenang, hingga mendaki.
Bukan sekadar mencatat aktivitas, Forerunner 265 juga menawarkan berbagai metrik olahraga yang dapat membantu pengguna memahami performanya. Tersedia pula fitur perencanaan rute, analisis performa, persiapan latihan, serta rekomendasi latihan yang disesuaikan dengan aktivitas dan tujuan pengguna.
Untuk penggunaan sehari-hari, smartwatch ini memiliki fitur notifikasi dan pemutaran musik dengan penyimpanan internal 8GB. Garmin juga membekalinya dengan fitur pembayaran NFC serta konektivitas Bluetooth, ANT+, dan Wi-Fi.
Dari sisi desain, Forerunner 265 dibuat cukup ringan sehingga dapat digunakan untuk menemani aktivitas sehari-hari maupun olahraga. Perangkat ini memiliki ketahanan air hingga 5 ATM.
Soal daya tahan baterai, Forerunner 265 diklaim mampu bertahan hingga 13 hari dalam mode smartwatch dan sekitar 20 jam ketika menggunakan GPS.
Forerunner 255, Alternatif dengan Daya Tahan Baterai Lebih Panjang
Sementara itu, Garmin Forerunner 255 menawarkan pendekatan yang sedikit berbeda. Smartwatch berukuran 46 mm ini menggunakan layar MIP berwarna berukuran 1,3 inci.
Teknologi layar tersebut dirancang agar informasi tetap mudah terlihat, termasuk ketika perangkat digunakan di luar ruangan dengan paparan sinar matahari.
Forerunner 255 juga sudah dilengkapi GPS multi-band dan sistem penentuan posisi multi-GNSS. Fitur tersebut dapat membantu pengguna memperoleh informasi lokasi saat melakukan aktivitas seperti berlari, bersepeda, berenang, maupun mendaki.
Untuk konektivitas, perangkat ini mendukung Wi-Fi, Bluetooth, dan ANT+. Ada pula penyimpanan internal 4GB, notifikasi, fitur pembayaran, serta kompatibilitas dengan perangkat iPhone dan Android.
Pengguna juga dapat mengakses platform Connect IQ untuk mendapatkan berbagai aplikasi dan fitur tambahan yang kompatibel dengan perangkat Garmin.
Dari sisi bobot, Forerunner 255 memiliki berat sekitar 49 gram. Perangkat ini menggunakan perlindungan Corning Gorilla Glass 3 dan memiliki ketahanan air hingga 5 ATM.
Salah satu keunggulannya adalah daya tahan baterai. Dalam mode smartwatch, Forerunner 255 dapat digunakan hingga 14 hari, sedangkan dalam mode GPS daya tahannya mencapai sekitar 30 jam.
Mana yang Lebih Menarik?
Jika melihat spesifikasinya, Forerunner 265 lebih menonjol pada teknologi layar dan fitur latihan yang lebih modern. Layar AMOLED menjadi salah satu pembeda utama yang membuat pengalaman melihat informasi pada jam terasa lebih menarik.
Di sisi lain, Forerunner 255 masih memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi pengguna yang mengutamakan daya tahan baterai ketika menggunakan GPS. Dengan ketahanan hingga sekitar 30 jam pada mode GPS, perangkat ini cukup menarik bagi mereka yang sering melakukan aktivitas olahraga dalam durasi panjang.
Pada akhirnya, pilihan antara keduanya kembali pada kebutuhan pengguna. Forerunner 265 dapat menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan layar AMOLED dan fitur latihan yang lebih lengkap, sementara Forerunner 255 bisa dipertimbangkan oleh pengguna yang lebih memprioritaskan efisiensi baterai dan fungsi olahraga yang tetap lengkap.
Keduanya menunjukkan bagaimana smartwatch saat ini tidak lagi sekadar menjadi aksesori penunjuk waktu. Dengan dukungan GPS, pemantauan olahraga, konektivitas smartphone, hingga fitur pintar lainnya, perangkat semacam ini dapat menjadi pendamping yang cukup praktis untuk menjaga aktivitas tetap terukur.(maq)











