edisiana.com – Sebuah studi yang dipublikasikan dalam PLoS One pada tahun 2023 menunjukkan bahwa kemampuan seseorang untuk berdiri dengan satu kaki dapat menjadi indikator yang kuat dan sederhana untuk mengevaluasi proses penuaan, khususnya dalam hal fungsi neuromuskular.
Penelitian ini menyoroti penurunan kemampuan keseimbangan yang signifikan setelah usia 65 tahun.
Seiring bertambahnya usia, manusia mengalami berbagai perubahan fisiologis, termasuk penurunan kekuatan otot dan keseimbangan. Studi terbaru mengusulkan bahwa tes keseimbangan berdiri dengan satu kaki dapat menjadi alat skrining yang cepat dan efektif untuk menilai kondisi tersebut.
Metodologi
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLoS One melibatkan partisipan dari berbagai kelompok usia. Mereka diminta untuk berdiri dengan satu kaki tanpa bantuan, dengan mata terbuka dan tangan di pinggul. Durasi waktu peserta mampu mempertahankan posisi tersebut dicatat sebagai ukuran fungsi neuromuskular.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tajam dalam kemampuan berdiri dengan satu kaki setelah usia 65 tahun. Banyak peserta lanjut usia tidak mampu mempertahankan pose selama lebih dari dua detik. Hal ini menunjukkan berkurangnya kekuatan dan keseimbangan akibat proses penuaan.
Para peneliti menyimpulkan bahwa:
“Durasi berdiri dengan satu kaki dapat menjadi ukuran yang andal untuk mengevaluasi penuaan neuromuskular, tanpa dipengaruhi oleh gender,” seperti dituliskan Metro.
Implikasi Klinis
Tes ini dinilai valid untuk menilai tingkat kerapuhan, tingkat kemandirian, dan risiko jatuh, terutama pada lansia. Selain itu, tes ini juga terbukti bermanfaat dalam mengidentifikasi gangguan seperti neuropati perifer. Oleh karena itu, pengujian keseimbangan ini dapat digunakan sebagai alat skrining cepat dalam praktik klinis.
Rekomendasi Praktis
NHS (National Health Service) di Suffolk dan North East Essex pada tahun 2023 bahkan mengadopsi pendekatan ini sebagai bagian dari kampanye kesehatan publik mereka. Mereka menyarankan masyarakat untuk mencoba berdiri seperti burung flamingo—dengan satu kaki, tangan di pinggul, dan mata terbuka—untuk menilai keseimbangan dan kebugaran secara keseluruhan.
Waktu dihitung sejak kaki meninggalkan tanah hingga kaki kembali menyentuh tanah, atau tangan dilepaskan dari pinggul.
Kesimpulan
Tes berdiri satu kaki adalah metode sederhana namun efektif untuk menilai penuaan neuromuskular, yang relevan secara klinis dan mudah diterapkan. Dengan implementasi yang tepat, tes ini dapat menjadi alat penting dalam upaya pencegahan jatuh dan penilaian kesehatan lansia.(*)











