edisiana.com – Manchester United kembali mengecewakan. Old Trafford yang biasanya angker justru menjadi saksi malam penuh frustrasi ketika Setan Merah hanya mampu bermain imbang 1-1, Rabu dini hari.
United tampil pincang. Delapan pemain senior absen akibat cedera dan panggilan internasional, membuat permainan mereka jauh dari kata meyakinkan. Meski begitu, tuan rumah sempat bernapas lega di menit ke-27.
Joshua Zirkzee mencatatkan namanya di papan skor lewat gol yang berbau keberuntungan setelah bola tembakannya membentur pemain lawan dan mengecoh kiper Wolves.
Namun seperti déjà vu, United gagal mengontrol permainan. Wolves—tim yang datang dengan beban 11 kekalahan beruntun di Premier League—perlahan bangkit.
Menjelang akhir babak pertama, tempo mereka meningkat. Senne Lammens sempat menjadi penyelamat United dengan menggagalkan peluang Hugo Bueno, tapi pertahanan tuan rumah akhirnya runtuh juga.
Petaka datang dari situasi yang seharusnya bisa diantisipasi. Ladislav Krejci dibiarkan bebas di tiang jauh dan menghukum United dengan sundulan keras dari jarak delapan yard. Skor imbang. Old Trafford terdiam.
Bagi Wolves, hasil ini terasa seperti kemenangan kecil. Rentetan kekalahan akhirnya terputus, Rob Edwards meraih poin pertamanya sebagai manajer.
Dan satu angka berhasil diamankan—baru yang ketiga musim ini, sekaligus yang pertama sejak 5 Oktober. Meski begitu, kenyataan tetap pahit: Wolves masih terpuruk, tertinggal 15 poin dari zona aman.
Sementara itu, melansir BBC, bagi Manchester United, hasil ini adalah alarm keras lainnya. Kekurangan demi kekurangan kembali terekspos.
Peluang menutup tahun 2025 di posisi keempat yang sempat terasa “ajaib” kini sirna. Manajer Rúben Amorim bersedih di tepi lapanban. United tetap tertahan di peringkat keenam—dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban.
Laga ini mencatatnya: United goyah, Wolves bertahan hidup.(maq)










