edisiana.com— Malam sempurna bagi Tottenham Hotspur di Liga Champions. Setelah kekalahan menyakitkan di liga domestik, tim asuhan Thomas Frank memberikan jawaban keras di hadapan publik sendiri.
The Lilywhites menghancurkan FC Kopenhagen dengan skor telak 4-0, dalam penampilan paling dominan mereka musim ini.
Tottenham tampil agresif sejak awal dan langsung unggul di menit ke-19 lewat Brennan Johnson, yang memanfaatkan umpan silang tajam dari sisi kiri untuk membuka pesta gol di Tottenham Hotspur Stadium.
Enam menit berselang, giliran João Palhinha menambah keunggulan lewat sepakan terukur yang membuat kiper Kopenhagen tak berkutik.
Drama datang di babak kedua. Beberapa menit setelah Wilson Odobert mencetak gol ketiga yang nyaris membunuh laga, Johnson secara kontroversial diusir wasit setelah pelanggaran keras.
Keputusan yang membuat stadion bergemuruh. Tapi alih-alih goyah, Tottenham justru memperlihatkan kelasnya.
Dan sorotan malam itu milik Micky van de Ven. Bek Belanda itu berlari dari area pertahanannya sendiri. Lalu menembus garis tengah dan menutup aksi brilian dengan tembakan rendah ke gawang di menit ke-64.
Sebuah gol solo yang memukau dan akan diingat lama oleh para pendukung Spurs.
Menjelang akhir laga, Richarlison gagal menambah gol dari titik putih, tapi tak ada yang peduli. Kemenangan 4-0 ini adalah yang terbesar dalam 17 pertandingan masa jabatan Frank — sebuah pernyataan tegas bahwa Tottenham belum habis.
Dengan hasil ini, Spurs mengoleksi delapan poin dan terus menjaga asa untuk finis di delapan besar Liga Champions. Malam yang sempurna, penuh energi, penuh keyakinan — Tottenham kembali menggigit di Eropa.(maq)










