Bola  

FIGC Temui Pep Guardiola di Barcelona, Azzurri Merayu Sang Maestro Pimpin Timnas Italia

Pep Guardiola akhirnya bisa meraih Piala Champions setelah penantian panjang. Foto: Daylimail

edisiana.com – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dilaporkan mengambil langkah besar dalam perburuan pelatih baru tim nasional. Target utama mereka bukan sosok sembarangan, melainkan Pep Guardiola.

Menurut laporan yang beredar, direktur teknik baru FIGC, Paolo Maldini, bersama penasihatnya Leonardo, terbang ke Barcelona untuk menggelar pembicaraan intensif dengan Guardiola selama tiga hari.

Melansir BBC, menyebutkan pertemuan tersebut disebut sebagai upaya serius untuk meyakinkan mantan pelatih Manchester City itu agar menerima tantangan membangkitkan Azzurri.

Selain Guardiola, nama Roberto Mancini dan Andrea Pirlo juga masuk dalam daftar kandidat. Namun, Guardiola menjadi opsi paling ambisius.

BACA JUGA:  Prediksi Man City Versus Tottenham

Jika menerima tawaran tersebut, ia akan menjadi pelatih non-Italia kedua yang menangani tim nasional Italia sekaligus manajer asing pertama yang dipercaya memimpin Azzurri sejak era 1960-an.

Kesepakatan itu juga akan menjadi salah satu comeback paling menarik di dunia sepak bola. Guardiola baru mengakhiri perjalanan suksesnya selama 10 tahun bersama Manchester City di Stadion Etihad pada Mei lalu, setelah mempersembahkan berbagai gelar domestik maupun internasional.

BACA JUGA:  Masa Depan City di Tangan Generasi Kedua

Meski identik dengan sepak bola Spanyol dan Inggris, Italia bukanlah tempat yang asing bagi Guardiola. Ia fasih berbahasa Italia dan pernah merasakan atmosfer Serie A saat membela Brescia dalam dua periode serta AS Roma antara 2001 hingga 2003.

FIGC berharap pengalaman, filosofi, dan rekam jejak Guardiola mampu membawa Italia kembali ke level tertinggi. Setelah menjuarai Euro 2020 dengan mengalahkan Inggris di final, Azzurri justru mengalami kemunduran dengan gagal lolos ke tiga edisi Piala Dunia secara beruntun.

Kini, Italia tampaknya siap mengambil langkah berani. Pertanyaannya tinggal satu: apakah Pep Guardiola bersedia menerima tantangan terbesar berikutnya dalam karier kepelatihannya?(maq)