Australia Tersandung, Alarm Berbunyi Jelang Duel Kontra Turki di Laga Pembukaan Piala Dunia

Tony Popovic saat mengarahkan pemain timnas Australia. Foto: via ESPN

edisiana.com – Australia mendapat peringatan keras menjelang Piala Dunia setelah tumbang 0-1 dari Meksiko di Rose Bowl, Sabtu, 30 Mei 2026.

Kekalahan itu tidak hanya menyisakan hasil negatif, tetapi juga mengungkap sejumlah kelemahan yang masih membayangi tim asuhan Tony Popovic.

Socceroos menjalani babak pertama yang jauh dari meyakinkan. Permainan mereka terlihat lamban, kurang agresif, dan minim ide saat menguasai bola.

Sebaliknya, Meksiko tampil dominan sejak menit-menit awal, mengendalikan ritme pertandingan serta unggul dalam statistik penguasaan bola maupun jumlah tembakan.

Tekanan El Tri akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-28 ketika Johan berhasil memecah kebuntuan. Gol tersebut menjadi cerminan superioritas Meksiko sepanjang 45 menit pertama, sementara Australia nyaris tidak mampu menciptakan ancaman berarti di depan gawang lawan.

Namun, wajah berbeda ditunjukkan Australia selepas jeda. Tim Popovic tampil dengan kepercayaan diri yang lebih tinggi dan mulai berani mengambil inisiatif permainan.

Mereka tidak lagi terlalu pasif menghadapi tekanan lawan, mampu mempertahankan penguasaan bola lebih lama, serta mulai membangun serangan dengan kombinasi umpan yang lebih rapi.

Perbaikan itu menghadirkan secercah harapan. Setiap kali Socceroos bergerak ke area pertahanan lawan, muncul perasaan bahwa peluang bisa tercipta.

Seperti yang kerap terlihat di era Popovic, Australia perlahan menemukan ritmenya setelah melakukan penyesuaian dan membaca jalannya pertandingan.

Sayangnya, kebangkitan tersebut datang terlambat. Ketika Australia mulai berkembang, mereka sudah berada dalam posisi tertinggal.

Upaya mengejar ketertinggalan pun berulang kali mentok, termasuk setelah veteran Guillermo Ochoa masuk pada babak kedua untuk membantu mengamankan keunggulan Meksiko.

Hasil ini meninggalkan pekerjaan rumah yang tidak sedikit bagi Popovic. Melansir  ESPN, dengan laga pembuka Piala Dunia melawan Turki yang tinggal dua pekan lagi, Australia membutuhkan jawaban cepat agar tidak mengulangi awal yang pasif dan rapuh seperti yang terlihat di Rose Bowl.(maq)

Exit mobile version