edisiana.com – Manchester City nyaris terpeleset di Etihad. Malam Sabtu yang seharusnya berjalan nyaman berubah menjadi drama penuh ketegangan, sebelum Phil Foden — ya, sang jimat City — muncul di detik-detik akhir untuk memastikan kemenangan 3-2 atas Leeds United.
City langsung menancap gas sejak sepak mulai. Hanya 59 detik berselang, Foden membuka skor dengan sentuhan klinisnya.
Dominasi The Citizens makin menjadi saat Josko Gvardiol menggandakan keunggulan di menit ke-25 usai memanfaatkan aliran bola yang diawali umpan Matheus Nunes.
Leeds? Hampir tak diberi waktu bernapas. Tim asuhan Daniel Farke lebih terlihat seperti sedang menjalani misi bertahan hidup.
Andai bukan karena aksi-aksi penyelamatan brilian kiper Lucas Perri — meski ia sempat mengeluhkan gangguan saat proses gol Gvardiol — mungkin laga sudah selesai sebelum turun minum.
Namun babak kedua membawa kejutan. Masuknya Dominic Calvert-Lewin mengubah energi Leeds. Striker Inggris itu memperkecil ketertinggalan setelah bola memantul dari Nunes mengarah kepadanya.
Dan tak lama kemudian, setelah ia dijatuhkan Gvardiol di kotak terlarang, Lukas Nmecha sukses mengeksekusi penalti keduanya untuk menyamakan kedudukan.
Tiba-tiba saja, bayangan kemenangan tandang pertama sejak 20 September seolah menari di depan mata Leeds.
City terlihat goyah. Haaland — yang sedang menunggu gol ke-100 di Premier League — justru tak mampu menjadi penentu.
Tapi saat Etihad mulai resah, Foden kembali tampil sebagai pahlawan. Tendangan kaki kiri melengkung ke sudut bawah di masa injury time mengangkat City dari jurang kehilangan poin.
Menukil BBC, kemenangan ini mengantar City naik ke posisi kedua, empat poin di belakang Arsenal. Leeds? Mereka harus menelan kekalahan keenam dari tujuh laga liga terakhir — tren yang bikin alarm berbunyi semakin keras.
Drama, dentuman gol, dan penyelamatan di detik akhir—Etihad mendapat semuanya malam ini.(maq)
