Bola  

Chelsea Kena Prank Monaco, Transfer Lamine Camara Batal di Detik-Detik Akhir

Camara batal ke Chelsea karena Monaco membatalkan kesepakatan transfer. Foto: via ESPN

edisiana.com – Chelsea harus menelan kekecewaan besar pada hari terakhir bursa transfer. The Blues nyaris mendapatkan gelandang AS Monaco, Lamine Camara, setelah kedua klub disebut telah mencapai kesepakatan senilai €55 juta. Namun, transfer tersebut justru batal ketika penutupan bursa tinggal menghitung jam.

Chelsea sudah bersiap menyambut Camara sebagai tambahan kekuatan di lini tengah. Kesepakatan dengan Monaco bahkan telah tercapai.

Namun, klub asal Prancis itu tiba-tiba mengubah pendirian dan memutuskan tidak melanjutkan proses kepindahan sang pemain.

Keputusan tersebut berkaitan dengan situasi Folarin Balogun. Monaco sebelumnya juga tengah menegosiasikan transfer penyerang tersebut ke Everton. Namun, kesepakatan Balogun-Everton ikut gagal pada hari yang sama.

Situasi itu membuat Monaco memilih mempertahankan kedua pemainnya. Klub Ligue 1 tersebut tidak bersedia kehilangan Camara dan Balogun secara bersamaan. Akhirnya, kesepakatan Camara dengan Chelsea pun dibatalkan.

Keputusan mendadak tersebut membuat Chelsea sangat kecewa. Apalagi, The Blues sudah lebih dulu mengambil langkah besar di lini tengah dengan melepas Enzo Fernández ke Manchester City.

Enzo Fernández dijual dengan nilai transfer mencapai £125 juta atau sekitar USD 169 juta. Chelsea sebenarnya masih memiliki kesempatan untuk membatalkan kesepakatan tersebut, tetapi memilih menghormati komitmen yang sudah dibuat dengan Manchester City.

Alhasil, Chelsea berada dalam situasi yang cukup pelik. Mereka kehilangan salah satu gelandang utama, tetapi gagal mendatangkan Camara sebagai pengganti pada hari terakhir bursa.

Drama tersebut menjadi salah satu cerita paling mengejutkan di penghujung bursa transfer. Chelsea sudah mengira transfer Camara tinggal menunggu penyelesaian akhir.

Namun, perubahan keputusan Monaco pada saat-saat krusial membuat The Blues harus menerima kenyataan pahit: pemain yang sudah hampir mereka dapatkan akhirnya tetap bertahan di Prancis.(maq)

Exit mobile version