Gol Arsenal Dianulir, Asisten Pelatih Marah

Mikel Arteta didampingi asisten pelatih Nicolas Jover di pinggir lapangan saat Arsenal menjamu PSG. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Mikel Arteta harus turun tangan untuk menenangkan asisten pelatihnya Nicolas Jover pada tahap akhir kekalahan 1-0 Arsenal oleh PSG pada  Rabu dinihari, 30 April.

Kemarahannya bermula gol Arsenal dari umpan Declan Rice yang disundul Merino. Namun, setelah tinjauan VAR selama tiga menit, Merino dinyatakan offside dan gol tersebut dianulir.

The Gunners terus berusaha menyamakan kedudukan, dengan bola mati yang tampaknya menjadi salah satu peluang terbaik mereka untuk mencetak gol.

Tetapi Merino melanggar kiper Gianluigi Donnarumma dari tendangan sudut pada waktu tambahan untuk meredakan tekanan pada PSG.

Pelatih bola mati Arsenal, Nicolas Jover, langsung marah dengan keputusan menghukum Merino dan mulai melampiaskan kekesalannya kepada ofisial keempat.

Ia terlihat memberi isyarat di pinggir lapangan, dan Arteta harus segera turun tangan untuk mencegahnya mendapat masalah saat ia berbicara tegas dengan Jover sebelum mendorongnya kembali ke bangku cadangan.

Peluit akhir dibunyikan beberapa detik kemudian, dan Arsenal kini menghadapi tugas berat untuk mencapai final Liga Champions pertama mereka sejak 2006.

Jover telah menarik banyak perhatian sejak tiba di Arsenal pada tahun 2021. Karena kecenderungannya untuk berdiri di area teknis dan memberikan instruksi yang jelas ketika tim mendapat situasi bola mati.

Arsenal telah menjadi tim yang ditakuti dari bola-bola mati dengan Jover membantu dari pinggir lapangan, tetapi perilakunya tidak disukai semua orang. 

Menurut Daily Mail, Gary Neville mencap Jover sebagai ‘orang paling menyebalkan di dunia sepak bola setelah merasa kesal dengan kejenakaan sang pelatih.

Pernyataannya itu disampaikan saat menonton bersama ketika Arsenal mengalahkan Manchester United 2-0 di Emirates, dengan kedua gol The Gunners berasal dari tendangan sudut.(maq)

Exit mobile version