Tottenham Bangkit, Kutukan Berakhir, Gray Memecah Senyap Selhurst Park

Gray meluapkan kegembiraannya. Foto: via Daily Mail

edisiana.com – Tottenham akhirnya bernapas lega. Bertandang ke Selhurst Park pada Ahad malam, Spurs memetik kemenangan krusial berkat gol perdana Archie Gray—sebuah momen emas yang mengakhiri rangkaian kekalahan beruntun.

Namun jalan menuju kemenangan sama sekali tidak mudah. Crystal Palace justru tampil lebih mengancam di babak pertama. Jean-Philippe Mateta menjadi pusat masalah bagi pertahanan Spurs.

Kekuatan dan kemampuannya menahan bola membuat lini belakang tamu kerepotan. Sayang, dua peluang terbaiknya berakhir sia-sia: satu tembakan melebar tipis, satu sundulan melambung di dalam kotak enam yard.

Saat Palace gagal memanfaatkan dominasi, Tottenham menghukum mereka. Tiga menit sebelum jeda, kelengahan tuan rumah dalam mengantisipasi sepak pojok berbuah petaka.

Umpan Pedro Porro ke tiang jauh dimenangkan lewat duel udara—Randal Kolo Muani, lalu Richarlison—sebelum bola jatuh ke kaki Archie Gray. Tanpa ragu, ia menuntaskannya. Gol pertama, gol penentu.

Palace mencoba bangkit. Justin Devenny melepaskan tembakan yang melambung tinggi di area penalti, sementara Maxence Lacroix nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan yang hanya melebar tipis. Harapan masih ada, tapi tumpul.
Babak kedua menjadi frustrasi total bagi tuan rumah.

Tekanan ada, namun tak satu pun berujung tembakan tepat sasaran. Peluit akhir pun mengunci kekalahan liga ketiga berturut-turut bagi The Eagles.
Bagi Tottenham, kemenangan ini terasa seperti pelepas beban.

Menukil BBC, Spurs melonjak tiga peringkat ke posisi 11 klasemen, hanya terpaut satu poin dari Crystal Palace yang tetap bertengger di peringkat kesembilan.

Malam itu milik Archie Gray—datang diam-diam, pulang sebagai pahlawan.(maq)

Exit mobile version